Foto : Dubes Rusia untuk PBB Vitaly Churkin (charlierose)
NEW YORK - Utusan Rusia yang juga merupakan Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) Vitally Churkin menyatakan kekhawatirannya atas perpecahan di DK PBB yang saat ini terjadi.
Churkin menilai, banyak terjadi kekurangan konsensus dalam isu Timur Tengah, seperti halnya Suriah dan Libya. Bila hal seperti itu masih terus terjadi, DK PBB tidak dapat dinyatakan sebagai lembaga yang efektif.
"Saya prihatin, saat ini adalah masa terberat yang saya pernah alami sebagai Presiden DK PBB. Saya rasa, DK PBB tidak bergerak ke jalan yang tepat. Banyak ditemukan pula kebimbangan," ujar Churkin, seperti dikutip SABC, Rabu (28/12/2011).
Presiden DK PBB itu juga menyoroti draf resolusi yang diajukan Rusia terhadap kasus Suriah. Draf itu ditolak oleh beberapa anggota DK PBB lainnya.
"Beberapa anggota DK PBB juga menolak draf kami, tindakan itu mencerminkan adanya kesulitan dalam bertindak di DK PBB,' tambahnya.
Selain isu Suriah dan Libya, DK PBB juga tampak terpecah dalam menanggapi isu keanggotaan Palestina. Sulit bagi Palestina untuk meraih setidaknya, sembilan dukungan dari negara anggota DK PBB. Namun, Palestina tetap bersikeras akan berjuang untuk mendapatkan keanggotaanya di organisasi itu.(rhs)