Getting Time...

Resmi, Perempuan Arab Diizinkan Ikut Pemilu

Khairisa Ferida
Kamis, 29 Desember 2011 20:02 wib
Perempuan Arab Saudi bisa ikut pemilu (Foto: AP)
Perempuan Arab Saudi bisa ikut pemilu (Foto: AP)
RIYADH - Kerajaan Arab Saudi yang dikenal konservatif memberlakukan aturan baru terkait hak-hak perempuan di negara itu. Mereka pun sudah lebih terbuka akan keterlibatan perempuan dalam politik.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Pemerintah Arab Saudi resmi menyetujui untuk mengizinkan perempuan mencalonkan diri atau menggunakan hak suara mereka dalam pemilihan umum di daerah. Hak suara ini akan mereka gunakan pada pemilu tahun 2015 mendatang tanpa harus meminta izin dari wali laki-laki.

"Persetujuan tersebut datang dari Raja Abdullah serta Dewan Majelis Shura yang semuanya diisi oleh laki-laki," ujar Anggota Dewan Shura Fahad al-Anzi seperti dikutip The Straits Times, Kamis, (29/12/2011).

Peraturan baru itu diumumkan melalui surat kabar milik negara, al-Watan pada Rabu lalu. Meski demikian Pemerintah Arab Saudi tetap melarang perempuan di negeri itu untuk melakukan perjalanan, bekerja, belajar di luar negeri, menikah, bercerai atau masuk ke rumah sakit umum tanpa izin dari wali laki-laki.

Dalam era kepemimpinannya, Raja Abdullah telah melakukan reformasi terhadap hak-hak perempuan, meski belum sepenuhnya berhasil akibat perlawanan yang dilakukan oleh kalangan ulama konservatif Arab Saudi.(rhs)
  • Wanita » 1 Tanggapan
    Ya ampun?jadi d dunia ini mash ada ajaran agama yg mendiskriminasikan kaum wanita??kmana hak wanita sebagai manusia yg derajatnya sama di mata Allah?apakah agama yg mengatur hak seorang wanita?atau nabi palsu yg doyan memperbudak wanita yg mengatur hak wanita dengan mengatas namakan atas kehendak Allah?kasihan skali wanita2 d a**b...trnyata manusia yg menderita 9 bulan utk melahirkan itu,hanyalah ras nmor dua di negara yg bahasanya kita pakai dan sanjung2 hampir setiap hari...a**b oh a**b...
    • woody
      anda paham atau tidak tentang syariat i***m dan jelas telah di peringatkan di a*******n dan AL-HADIST, kalau anda k***r tak usah koment pasti tak akan paham dan apa yg terjadi di negara liberal wanita selalu mengumbar aurat setelah terjadi pelecehan barulah berteriak
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit