JAKARTA - Tewasnya dokter asal Indonesia akibat penembakan di Mogadishu, Somalia, dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia. Rencana pemulangan jenazah pun dikoordinasikan dengan pihak Doctor Without Border (MSF).
"Ada Warga Negera Indonesia (WNI) sukarelawan yang tewas di Somalia. Kami mengkonfirmasi dia tewas. Andri memang berada di Somalia untuk memberikan bantuan medis," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Michael Tene lewat sambungan telepon kepada okezone, Jumat (30/12/2011).
Namun Tene menambahkan pihaknya belum mendapatkan detil lengkap mengenai insiden tersebut. "Kami belum mendapatkan detil mengenai kejadian, karena peristiwa ini masih berkelanjutan," imbuhnya.
Selain itu, pihak Kemlu sudah melakukan koordinasi dengan pihak MSF dan keluarga korban mengenai kondisi dari jasad korban.
"Kemlu sudah berkoordinasi dengan MSF dan keluarga, khususnya mengenai proses pemulangan jenazah," ucap Tene.
Seperti diketahui sebelumnya, Andrias Karel Keiluhu atau biasa dipanggil "Kace" tewas dalam insiden penembakan di kantor MSF di Mogadishu, Somalia, Jumat dini hari waktu Indonesia. Kace tewas bersama dokter asal Belgia, Phillipe Havet.
Pelaku penembakan yang menewaskan Kace dan Philippe diketahui sebagai mantan pekerja MSF yang sebelumnya dipecat. Menurut juru bicara kepolisian Somalia, Abdullahi Barise, pelaku diketahui bekerja pada urusan logistik di MSF Mogadishu dan saat ini sudah ditahan oleh pihak kepolisian setempat.
Kace diketahui tewas akibat luka tembak yang dideritanya pada bagian paha. Luka tembak itu menyebabkan pendarahan hebat. Meski sempat dirawat, dokter berusia 44 tahun itu akhirnya dinyatakan meninggal.
(faj)