MOGADISHU - Pelaku penembakan yang terhadap dua Doctors Without Borders (MSF) di Mogadishu, Somalia, diketahui sempat bersitegang dengan koordinator MSF. Pelaku adalah mantan pekerja MSF yang sebelumnya dipecat.
Polisi Somalia membenarkan bahwa insiden penembakan ini diawali oleh pertikaian antara pelaku yang warga setempat dengan koordinator MSF Somalia. Saksi mata melihat, penembak tersebut masih memegang pistolnya saat ditarik keluar dari gedung MSF.
"Pelaku penembakan bersenjatakan pistol dan dirinya sempat bersitegang dengan koordinator (MSF). Benar-benar mengejutkan," ungkap juru bicara kepolisian Somalia Abdullahi Barise seperti dikutip Daily Mail, Jumat (30/12/2011).
Menurut Barise, pelaku dipecat dari MSF sehari sebelumnya insiden penembakan terjadi. Pelaku diketahui bekerja pada urusan logistik di MSF Mogadishu.
Insiden penembakan yang dilakukan mantan pekerja MSF ini menewaskan dua orang dokter. Menurut keterangan MSF dalam website, korban tewas pertama adalah dokter dari Belgia Phillipe Havet. Keterangan MSF ini mengkoreksi keterangan sebelumnnya, yang menyebutkan dokter asal Prancis yang tewas dalam kejadian ini.
Havet sudah bekerja dengan MSF sejak 2000 lalu. Dirinya sempat bekerja di Angola, Republik Democratik Kongo, Indonesia, Lebanon, Sierra Leone, Afrika Selatan dan Somalia.
Sementara dokter kedua berasal dari Indonesia yang tewas diketahui bernama Andrias Karel Keiluhu atau biasa dipanggil "Kace". Pria berusia 44 tahun ini sudah bekerja dengan MSF sejak 1998 dan pernah ditempatkan di Etiopia, Thailand, dan Somalia.
Andrias sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit Medina akibat luka tembak pada bagian pahanya. Tetapi selang beberapa lama kemudian pihak rumah sakit menyatakan nyawanya tidak dapat tertolong lagi.
(faj)