MOGADISHU - Insiden penembakan yang menewaskan dua staf medis Doctors Without Borders (MSF) di Mogadishu, Somalia, membuat pihak MSF terkejut. Mereka pun langsung merelokasi stafnya dari Somalia.
Sebelumnya, pihak MSF memastikan dua dokter mereka yakni Phillipe Havet dari Belgia dan Andrias Karel Keiluhu Warga Negara Indonesa (WNI), tewas dalam insiden penembakan ini. Keduanya bekerja di Mogadishu untuk memberikan bantuan medis kepada warga setempat.
"Dengan amat menyesal kami mengonfirmasi bahwa dua staf tewas terbunuh akibat insiden penembakan di kantor MSF di Mogadishu, Somalia," pernyataan pihak MSF dalam website mereka, Jumat (30/12/2011).
"Kami terkejut atas kejadian tragis ini dan tentunya merasa kehilangan atas Philippe dan Kace (panggilan Andrias). Kami mengucapkan simpati dan turut berduka atas keluarga dan rekan dari korban," imbuh pihak MSF.
Atas insiden tersebut, MSF pun memutuskan untuk merelokasi beberapa stafnya dari Somalia atas alasan keamanan. Meski demikian, MSF akan tetap berkomitmen dan meneruskan pekerjaan kemanusiaan di Mogadishu dan wilayah lainnya di Somalia.
Seperti diketahui sebelumnya, pelaku penembakan yang menewashkan Kace dan Philippe mantan pekerja MSF yang sebelumnya dipecat. Menurut juru bicara kepolisian Somalia Abdullahi Barise, pelaku diketahui bekerja pada urusan logistik di MSF Mogadishu.
(faj)