Getting Time...

PM Maliki Tetapkan Iraq's Day

Khairisa Ferida
Minggu, 01 Januari 2012 12:14 wib
PM Irak Nouri Al Maliki (Foto: Reuters)
PM Irak Nouri Al Maliki (Foto: Reuters)
BAGHDAD- Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki, sabtu lalu menetapkan tanggal 31 Desember sebagai hari perayaan nasional di Irak.

"Saya mengumumkan hari ini, 31 Desember, hari pasukan AS telah meninggalkan Irak sebagai hari nasional. Kami menyebutnya Iraq's Day," ujar PM al-Maliki seperti dikutip AFP, Minggu, (01/01/2012).

Penetapan perayaan nasional itu merupakan peringatan atas penarikan pasukan AS yang telah berada di Irak hampir 9 tahun lamanya. Pasukan AS menyelesaikan misinya pada 18 Desember lalu, yang ditandai dengan penarikan seluruh pasukan tempur AS yang berada di Irak.

"Hari ini waktunya mengibarkan bendera Irak di seluruh negeri. Hari ini Irak bebas dan Anda adalah tuan di rumah Anda sendiri," imbuhnya.

Dalam pidatonya yang berlangsung di Stadion Al-Shaab, di pusat Kota Baghdad, PM Maliki juga menambahkan, 31 Desember merupakan hari besar bagi seluruh rakyat Irak yang menandai lahirnya Irak sebagai negara yang berdaulat.

Pernyataan al-Maliki itu datang di tengah memanasnya konflik Syiah dan Sunni di Irak. Sebelumnya Wakil Presiden Irak, Tareq al-Hashemi, yang berasal dari kelompok minoritas Sunni dituding terlibat dalam kegiatan terorisme.

Namun Hashemi yang berhasil melarikan diri dan berlindung di bawah wilayah otonom suku Kurdi membantah tuduhan yang dilontarkan al-Maliki. Hashemi justru menuding PM Irak itu berperilaku layaknya mantan diktator Irak, Saddam Husein. Hashemi juga menuduh PM Nuri al-Maliki yang mewakili kelompok Muslim Syiah, telah mengambil alih seluruh lembaga-lembaga penting di Irak demi mendapat dukungan dari AS dan Iran. (kha)
(rhs)
TWITTER »
twit