Getting Time...

4.063 Warga Sipil Irak Tewas Selama 2011

Fajar Nugraha
Selasa, 03 Januari 2012 14:01 wib
Warga Irak yang ditahan pasukan keamanan (Foto: Getty Images)
Warga Irak yang ditahan pasukan keamanan (Foto: Getty Images)
BAGHDAD - Kematian warga sipil Irak selama 2011 dikabarkan mencapai lebih dari 4.000 jiwa. Jumlah ini menandakan bahwa konflik masih terus terjadi di Irak.

Total sebanyak 4.063 warga sipil Irak tewas akibat aksi kekerasan berdarah sepanjang 2011. Angka ini dikeluarkan oleh website Iraq Body Count (IBC). Jumlah tersebut naik sedikit dari angka di 2010 yang mencapai 4.045 jiwa, tetapi menurun sejak 2009.

"Ada penurunan jumlah dari pertengahan 2009," pernyataan IBC seperti dikutip CNN, Selasa (3/1/2012). 

"Seperti yang diteliti oleh IBC, trend kali ini mengindikasikan ada konflik di level bawah Irak yang akan terus mengorbankan warga sipil untuk beberapa tahun ke depan," tambah IBC.

Umumnya jumlah korban yang dicatat oleh Pemerintah Irak akan jauh lebih rendah dibandingkan yang diperoleh oleh IBC. Website ini sudah mencatat kematian sipil di Irak sejak invasi Amerika Serikat (AS) pada Maret 2003 silam.

IBC juga membuktikan bahwa meski jumlah korban warga sipil akibat serangan pasukan AS menurun, hal sebaliknya justru terjadi akibat serangan pasukan Irak sendiri. 

Lembaga ini mencatat sekira antara 104 ribu hingga 114 ribu warga sipul Irak tewas sejak 2003. Sementara korban tewas akibat serangan pasukan dan polisi Irak di tahun 2011, meningkat hingga 140 jiwa. 

IBC menyebutkan, hanya waktu yang akan membuktikan apakah penarikan pasukan AS dari Irak akan memberikan pengaruh atas jumlah kematian warga Irak. Desember lalu, pasukan AS terakhir sudah ditarik pulang oleh Pemerintah Presiden Barack Obama.
(faj)
TWITTER »
twit