Getting Time...

Presiden Taiwan Kerahkan Mata-mata dalam Pemilu

Khairisa Ferida
Selasa, 03 Januari 2012 15:09 wib
Foto : Tsai Ing-wen  (Bloomberg)
Foto : Tsai Ing-wen (Bloomberg)
TAIPEI- Pihak oposisi Taiwan menuding Presiden Ma Ying-jeou menggunakan badan intelijen negara untuk memata-matai saingannya, dalam pemilu presiden mendatang.

"Bahkan jika Presiden tidak memberikan perintah untuk melakukan pemantauan, kepala intelijen negara yang ditunjuk oleh Presiden Ma akan melakukannya," demikian dilaporkan Apple Daily seperti dikutip Associated Press, Selasa, (3/1/2012).

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan pada 14 Januari, Presiden Ma bersaing ketat dengan Pemimpin Partai Demokratik Progresif Tsai Ing-wen. Politisi tersebut diketahui sebagai pihak oposisi pemerintahan Taiwan.

Tuduhan keterlibatan badan intelijen negara dalam pemilu ini pertama kali muncul dalam majalah Next Magazine.

Majalah tersebut mengungkapkan, Sekretaris Keamanan Nasional Jenderal Hu Wei-chen menginstruksikan Kementerian Hukum untuk melakukan pemantauan terhadap berbagai kegiatan Tsai Ing-wen.

Pemantaun ini dilakukan sejak Tsai Ing-Wen resmi mencalonkan diri sebagai Presiden. Laporan tersebut langsung akan disampaikan pada Presiden Ma.

Dalam editorialnya, majalah tersebut juga menyebutkan, bulan lalu Kementerian Hukum dan biro penyelidikan melakukan pemantauan secara terinci terkait kampanye yang dilakukan oleh Tsai Ing-wen.

Laporan ini termasuk pertemuannya dengan sejumlah aktivis politik. Termasuk melakukan evaluasi terhadap berapa banyak suara yang mungkin akan diraih oleh Tsai.

Tuduhan ini dibantah oleh Kementerian Hukum Taiwan dengan mengatakan, majalah tersebut merupakan bagian dari strategi politik Tsai untuk menjatuhkan Presiden Ma.

Presiden Ma juga membantah dirinya menerima informasi terkait kegiatan Tsai dan menegaskan dirinya tidak menggunakan lembaga negara untuk tujuan politiknya.

Biro penyelidikan mengakui adanya pertemuan bulan lalu dengan pihak Kementerian Hukum, namun membantah bahwa pertemuan itu ditujukan untuk melaporkan hasil pantauan intelijen.(rhs)
TWITTER »
twit