Foto : Pesawat jet NATO (nowlebanon)
BRUSSELS - North Atlantic Treaty Organization (NATO) akan mengajak Israel dalam latihan militernya yang digelar pada Oktober mendatang. Latihan itu bernama "Turning Point 6".
Latihan Turning Point 6 merupakan salah satu latihan militer skala besar yang melibatkan militer, kepolisian, petugas huru-hara, dan juga pemadam kebakaran. Latihan tersebut juga bertujuan untuk menghadapi segala bentuk bencana alam dan kondisi darurat lainnya. Hingga saat ini, belum diketahui siapa saja negara anggota NATO yang akan ikut dalam latihan itu.
Seperti diketahui, Turki merupakan salah satu negara anggota NATO yang saat ini masih bersitegang dengan Israel. Turki juga sudah memutuskan segala hubungannya dengan Israel. Demikian seperti diberitakan ABNA, Rabu (4/1/2012).
Ketegangan hubungan Turki dan Israel semakin diperkeruh dengan adanya pembuatan satelit militer Turki yang dikabarkan sanggup memata-matai sektor militer Israel.
Dua pekan lalu, Menteri Pertahanan Sipil Israel Matan Vilnai bertemu dengan Deputi Sekretaris Jendral NATO Claudio Bisogniero di Brussel untuk membicarakan detil dari latihan militer itu.
"Kami berkepentingan untuk memperdalam dan memperluas kerja sama dengan Uni Eropa dan NATO. Kedua organisasi itu akan sanggup mengadakan kerja sama yang menguntungkan bersama Israel," ujar Vilnai.
Kerja sama antara NATO dan negeri Yahudi itu bukan merupakan yang pertama kali. Iran juga sempat menuding, NATO melindungi Israel lewat sistem pertahanan misilnya yang ditujukan ke Negeri Persia itu.(rhs)