Ilustrasi : artuproar
MINDANAO - Bencana tanah longsor menewaskan 25 orang di Pulau Mindanao, yang terletak di bagian selatan Filipina. Lebih dari 100 orang juga dikabarkan terkubur dalam puing-puing bangunan.
Tanah longsor itu menyerang Kota Pantukan, Mindanao pada hari ini. Pantukan merupakan kota yang penuh akan tambang emas namun aktivitas pertambangan di kota itu seringkali diwarnai oleh insiden kematian.
Pejabat militer Filipina Letnan Kolonel Ligayo memerintah kan 120 pasukan Filipina untuk melakukan operasi penyelamatan di lokasi bencana itu.
"Ada beberapa penambang yang melubangi sisi samping gunung itu seperti tikus," ujar pejabat Pertahanan Sipil Filipina Benito Ramos, seperti dikutip AFP, Kamis (5/1/2012).
Proses penemuan jenazah korban itu dilakukan selama lima jam, namun warga setempat mengakui, lebih dari 100 orang masih dinyatakan hilang.
Pemerintah Filipina sudah memperingatkan para pekerja tambang pada 2009 lalu, bahwasannya kegiatan pertambangan di wilayah itu sangat rawan akan bencana tanah longsor. Banyak pekerja tambang yang akhirnya mulai menginggalkan wilayah itu pada April lalu. Meski demikian, beberapa orang lainnya masih berkeras tetap beraktivitas di tambang itu.
Pada April lalu, bencana tanah longsor muncul juga menyerang Filipina dan menewaskan 20 orang. Filipina juga baru saja dilanda badai tropis yang menewaskan lebih dari 1.000 orang.(rhs)