DEN HAAG - Hujan yang terus-menerus mengguyur wilayah pinggiran Amsterdam, Belanda, dikhawatirkan dapat memicu terjadinya banjir. Pemerintah setempat bahkan memerintahkan evakuasi terhadap warga setempat.
Sekira 85 warga yang tinggal di Desa Tolberter yang jaraknya sekira 160 kilometer dari Amsterdam, diminta untuk berlindung ke tempat aman. Perintah evakuasi tersebut dikeluarkan setelah badai melanda wilayah tersebut.
Pemerintah setempat pun meminta warga untuk secara sukarela meninggalkan lahan pertanian mereka. Sepertinya, Pemerintah Belanda tidak ingin mengambil risiko lebih menyusul hujan yang terus melanda. Demikian diberitakan Associated Press, Kamis (5/1/2012).
Selama beberapa hari terakhir, wilayah utara Belanda ini memang dilanda hujan deras. Sementara angin yang berembus dari barat laut sepertinya makin mempersulit upaya pihak berwenang untuk memompa air. Hal ini tentunya mengancam kelangsungan tanggul.
Hingga saat ini, air dikabarkan sudah tumpah ruah dari tanggul yang melindungi 200 hektare lahan Tolberter. Menurut keterangan pihak pemadam kebakaran, bila tanggul runtuh diperkirakan 10 lahan pertanian dan 40 bangunan yang ada akan hancur diterjang air.
Meski tanggul di Tolberter terancam jebol, tidak halnya seperti pada tanggul-tanggul wilayah lain. Sebagian besar tanggul kawasan utara Tolberter mampu memompa air keluar sehingga ancaman jebol pun menipis.
Buruknya cuaca yang melanda wilayah setempat, menyebabkan Bandara Schipol membatalkan beberapa jadwal penerbangannya. Hal ini disebabkan karena terjangan angin kencang yang melanda.
Pihak pengawas lalu lintas Belanda (ANwB) pun mengeluarkan peringatan kepada para pengguna jalan, khusus pengendara sepeda motor untuk tidak berada di jalan selama beberapa jam. Kondisi angin kencang sepertinya memaksa mereka mengeluarkan peringatan tersebut.
(faj)