DAMASKUS - Sebuah bom meledak di sebuah persimpangan jalan yang ramai di Damaskus, Suriah. Insiden ini menyebabkan 25 orang tewas dan melukai puluhan lainnya.
Pemerintah Suriah menuduh kelompok teroris berada di balik aksi pengeboman ini. Mereka mengatakan pengebom bunuh diri meledakan dirinya sendiri di wilayah Distrik Midan yang memang dikenal ramai. Tetapi pihak oposisi menuntut penyelidikan atas aksi pengeboman ini.
Memang sulit menentukan target dari ledakan bom, tetapi sebuah bus yang dimiliki polisi diketahui dipenuhi dengan sisa-sisa bom dan darah di kursi penumpangnya.
"Pelaku bom bunuh diri meledakan dirinya sendiri dengan menargetkan sejumlah besar warga," ungkap Menteri Dalam Negeri Mohammed Shaar seperti dikutip Associated Press, Sabtu (7/1/2012).
Midan adalah wilayah di Damaskus yang kerap dipenuhi dengan protes anti-Pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad, sejak Maret lalu. Ledakan terbaru ini menandakan bahwa kekerasan di Suriah masih terus berlanjut meskipun pemantau Liga Arab sempat melakukan observasi di negera itu.
Pemantau Liga Arab datang ke Suriah untuk mencari tahu aksi represif dari Pemerintahan Assad terhadap pengunjuk rasa anti-pemerintah. Misi pemantau itu sendiri baru akan mengeluarkan temuannya pada Minggu 8 Januari besok di Kairo, Mesir.
Sementara mengenai aksi pengeboman kali ini, polisi masih belum bisa menentukan siapa yang bertanggung jawab. Sedangkan hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku berada di balik serangan bom itu.
(faj)