Getting Time...

Balon Udara Jatuh dan Terbakar, 11 Tewas

Fajar Nugraha
Sabtu, 07 Januari 2012 10:19 wib
Foto: AFP
Foto: AFP
WELLINGTON - Sebuah balon udara jatuh sesaat sudah mengudara, 11 orang yang berada di dalam balon itu dikabarkan tewas. Sebelumnya balon ini terbakar usai menabrak kabel listrik di daerah pinggiran Selandia Baru.

Menurut pihak berwenang Selandia Baru, kecelakaan ini merupakan yang terburuk terjadi dalam 50 tahun terakhir. Balon jatuh di wilayah Carterton, di sebuah wilayah yang memang biasa dijadikan olahraga balon udara. Kecelakaan terjadi di pagi hari saat cuaca cerah dan angin sedang.

Pilot dan 10 orang penumpang yang berpasangan dipastikan tewas. Penumpang apa sendiri diketahui berasal dari Wellington yang jaraknya sekira 150 kilometer dari lokasi kecelakaan. 

"Sebagian mayat korban hangus terbakar. Balon sepertinya menabrak kabel listrik yang menahan kotak penumpang yang kemudian terbakar," ungkap Kepala Polisi Wellington Mike Rusbatch seperti dikutip Associated Press, Sabtu (7/1/2012).

Sementara dua orang korban dikabarkan melompat untuk menyelamatkan diri sebelum balon jatuh menimpa tanah. Tetapi tetap saja nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.

Saksi mata mengaku melihat api melalap tempat penumpang balon udara tersebut sebelum akhirnya menabrak pertanian di bawahnya. 

Bevan Lambeth seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan, "kabel listrik menahan tempat penumpang namun ketinggiannya masih 50 meter di atas permukaan tanah. tidak lama kemudian seluruh tempat penumpang itu dilahap api".

"Api dengan cepat langsung merembet ke balon dan jatuh ke tanah. Balon itu pun jatuh dengan cepat," ucap Lambeth.

Saat ini korban yang berhasil diidentifikasi adalah pilot sekaligus pemilik balon Lance Hoping. Dirinya merupakan pilot yang berpengalaman dan beberapa kali menjadi pengawas keamanan dari kompetisi balon dunia.

Menteri Transportasi Gerry Brownlee menyatakan duka citanya kepada keluarga korban kecelakaan ini. Sementara Kepala Komisi Penyelidikan Kecelakaan Transportasi Selandia Baru mengatakan akan melakukan penyelidikan atas kecelakaan maut tersebut.
(faj)
TWITTER »
twit