Tim Pemantau Suriah (foto: Telegraph)
DAMASKUS - Menteri Luar Negeri negara-negara Arab melakukan pertemuan pada hari ini guna membahas apakah akan melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu misi Tim Pemantau Liga Arab di Suriah. Sebelumnya Parlemen Liga Arab menyerukan agar tim pemantau ditarik dari Suriah. Tim pemantau dinilai gagal menjalankan misinya mengakhiri kekerasan di Suriah.
Wacana untuk melibatkan PBB datang dari Pemerintah Qatar. Qatar mengusulkan agar Liga Arab melibatkan pekerja PBB di bidang hak asasi manusia untuk membantu melakukan pemantauan apakah Suriah bertindak sesuai dengan komitmennya untuk mengakhiri kekerasan.
"Suriah tidak menaati inisiatif Liga Arab dan tim pemantau tidak bisa tinggal di Suriah, itu hanya membuang-buang waktu. Tentara Suriah tidak pernah benar-benar ditarik dan pembunuhan masih terus terjadi," ujar Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani seperti dikutip The Jerussalem Post, Jumat, (8/1/2012).
Sementara itu sebuah sumber di Liga Arab mengatakan, para Menteri Luar Negeri kemungkinan besar akan tetap mendukung keberadaan tim pemantau di Suriah, dan membantah pernyataan bahwa misi tim pemantau gagal.
"Tidak perlu buru-buru menjatuhkan vonis dalam misi ini," ujar Kepala Tim Pemantau Adnan al-Khudeir di Kairo. Dia juga menambahkan tim pemantau masih mendapatkan dukungan dari Liga Arab.
Insiden kekerasan terakhir kali terjadi Jumat lalu di Suriah ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledak dan menewaskan 26 orang di Damaskus. Pemerintah Suriah berjanji akan segera mengusut insiden ini.
Korban tewas menyusul aksi kekerasan diperkirakan terus bertambah di Suriah pasca kedatangan Tim Pemantau Liga Arab di negara itu. Sebelumnya PBB memprediksikan sekira 5000 orang tewas, namun jumlah ini kemungkinan akan terus meningkat. Pelarangan terhadap media asing telah mempersulit verifikasi terkait jumlah korban tewas dan kerusakan yang yang terjadi di Suriah.(ahm)