Hamas: Akan Ada Masa Sulit Bagi Israel

Senin, 09 Januari 2012 07:01 wib | Aulia Akbar - Okezone

Foto : Ismail Haniyeh di Tunisia (AFP) Foto : Ismail Haniyeh di Tunisia (AFP) TUNIS - Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh mengatakan, akan muncul masa-masa yang sulit bagi Israel, seiring dengan munculnya peristiwa Arab Spring. Haniyeh juga mendesak adanya revolusi demi kemerdekaan Palestina.

Saat mengadakan lawatan ke Tunisia, Haniyeh berbicara di depan 5 ribu warga Tunisia yang mengibarkan bendera Tunisia dan juga Hamas. Para warga Tunisia juga menyambut kedatangan Haniyeh layaknya seorang pahlawan.

"Israel tidak lagi menjadi mitra bagi Mesir dan Tunisia. Kami katakan pada musuh-musuh Israel bahwa waktu terus berjalan dan pada saat Arab Spring muncul, revolusi pun tiba. Kami berjanji kepada kalian, bahwa kami tidak akan menyerahkan Yerusalem. Kami akan terus berperang," ujar Haniyeh, seperti dikutip AFP, Senin (9/1/2012).

Haniyeh yang tiba di Tunisia pada Kamis pekan lalu juga melontarkan slogan-slogan anti-Israel saat berpidato. Beberapa orang hadirin juga tampak menginjak-injak bendera Israel pada saat Haniyeh berpidato.

Seiring dengan adanya kedatangan Haniyeh di Tunisia, umat Yahudi Tunisia langsung mendesak Pemerintah Tunisia agar menghindari komentar-komentar rasis. Mereka juga tampak menyatakan kekhawatirannya atas munculnya sentimen anti-Yahudi. 

Umat Yahudi merupakan warga minoritas di Tunisia. Jumlah umat Yahudi Tunisia juga tampak menurun pascakemerdekaan Tunisia, tepatnya pada 1956 silam.

Deputi Perdana Menteri Israel Silvan Shalom sempat menawarkan para Yahudi Tunisia agar tinggal di Israel, namun salah satu partai Islam di Tunisia, Ennahda, mengatakan, seluruh umat Yahudi di Afrika Utara adalah seorang warga negara yang memiliki hak dan kewajiban. Mereka juga merupakan warga negara di Tunisia. (AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »