Getting Time...

China Curigai Upaya Provokasi Wilayah Asia

Fajar Nugraha
Selasa, 10 Januari 2012 15:42 wib
Pasukan AS (Foto: Euronews)
Pasukan AS (Foto: Euronews)
BEIJING - Pemerintah China mencurigai adanya upaya untuk menimbulkan ketidakstabilan di wilayah Asia. Dalam hal ini China secara tidak langsung mengkritik strategi militer Amerika Serikat (AS) di Asia Pasifik.

"Ada gerakan untuk memprovokasi kedamaian dan kestabilan di wilayah Asia Pasifik," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan China Geng Yansheng seperti dikutip AFP, Selasa (10/1/2012).

Menurut China kebangkitan kekuatan militer mereka dapat dijadikan sebagai sebuah kesempatan bukannya menkadi tantangan bagi Washington. Kesempatan di sini, bisa berarti upaya untuk bekerja sama.

"Kami harap Amerika Serikat mengikuti perkembangan jaman yang terjadi dan mengambil langkah obyektif serta menyeimbangkan pandangan atas China dan kekuatan militernya untuk membangun hubungan yang baik," imbuhnya.

Kementerian Pertahanan China memandang penting perubahan strategi militer AS, yang diumumkan oleh Presiden Barack Obama pekan lalu. China melihat, strategi militer AS yang mendahulukan Asia dibandingkan wilayah lain, didasarkan atas dakwaan yang salah menyusul meningkatknya kekuatan militer di Asia khususnya China.

China mengkritik perubahan kebijakan militer AS yang hendak memfokuskan perhatiannya ke Asia untuk mewaspadai peningkatan kekuatan militer Negeri Panda itu. Obama memang berniat untuk menghindari konflik besar seperti halnya di Irak dan Afghanistan, dan memusatkan perhatian ke peningkatan kekuatan militer China. 

Belakangan ini, Washington juga menilai, China meningkatkan jumlah personil angkatan laut serta sistem pertahanan maritimnya. China pun langsung menuding, penilaian AS terhadap peningkatan kekuatan militer China tidak berdasarkan bukti yang jelas. 

Pihak Kementerian China melihat penilaian AS terhadap China tidak berdasarkan bukti yang jelas dan tidak dapat dipercaya.

Pemerintah China juga menyambut kehadiran 25 ribu pasukan AS di Darwin, Australia. Tetapi mereka meminta agar AS tetap memainkan peranan yang baik dalam menciptakan stabilitas global. 
(faj)
TWITTER »
twit