WELLINGTON - Kapal milik Amerika Serikat (AS) dikerahkan untuk mengevakuasi kapal nelayan milik Korea Selatan (Korsel) yang terbakar di Laut Antartika. Sebelumnya diyakini ada anak buah kapal warga negara Indonesia (ABK WNI) yang turut terluka dalam kejadian ini.
Tiga orang dipastikan tewas dalam kejadian tersebut, sementara tujuh orang lainnya menderita luka bakar. Dua diantara menderita bakar serius.
Kapal riset Nathaniel B. Palmer diperkirakan berada sekira tiga jam dari lokasi Kapal Jung Woo 2 yang tengah dilalap api. Kapal tersebut memiliki fasilitas medis lengkap.
"Kapal riset kami tengah berangkat menuju lokasi kejadian dan akan mengevakuasi korban yang menderita luka. Korban luka akan dibawa ke Pusat Penelitian McMurdo dan bila perlu akan diterbangkan ke Selandia Baru," jelas juru bicara Pusat Regu Penyelamat Selandia Baru (RCCNZ) Greg Johston seperti dikutip The Globe and Mail, Rabu (11/1/2012).
Johnston mengatakan dua kapal nelayan Korea sudah melakukan evakuasi dari beberapa kru kapal nahas itu. Namun hingga kini belum berhasil meninggalkan lokasi terbakarnya kapal karena es dan kabut tebal yang mendera.
Pihak berwenang setempat tengah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Korsel di Wellington untuk merencanakan langkah selanjutnya, terhadap anak buah kapal nelayan itu.
(faj)