Getting Time...

Kapal AS Evakuasi Kru Kapal Korea yang Terbakar

Fajar Nugraha
Rabu, 11 Januari 2012 12:27 wib
Kapal Jung woo 2 (Foto: AFP)
Kapal Jung woo 2 (Foto: AFP)
WELLINGTON -  Kapal milik Amerika Serikat (AS) dikerahkan untuk mengevakuasi kapal nelayan milik Korea Selatan (Korsel) yang terbakar di Laut Antartika. Sebelumnya diyakini ada anak buah kapal warga negara Indonesia (ABK WNI) yang turut terluka dalam kejadian ini.

Tiga orang dipastikan tewas dalam kejadian tersebut, sementara tujuh orang lainnya menderita luka bakar. Dua diantara menderita bakar serius.

Kapal riset Nathaniel B. Palmer diperkirakan berada sekira tiga jam dari lokasi Kapal Jung Woo 2 yang tengah dilalap api. Kapal tersebut memiliki fasilitas medis lengkap.

"Kapal riset kami tengah berangkat menuju lokasi kejadian dan akan mengevakuasi korban yang menderita luka. Korban luka akan dibawa ke Pusat Penelitian McMurdo dan bila perlu akan diterbangkan ke Selandia Baru," jelas juru bicara Pusat Regu Penyelamat Selandia Baru (RCCNZ) Greg Johston seperti dikutip The Globe and Mail, Rabu (11/1/2012).

Johnston mengatakan dua kapal nelayan Korea sudah melakukan evakuasi dari beberapa kru kapal nahas itu. Namun hingga kini belum berhasil meninggalkan lokasi terbakarnya kapal karena es dan kabut tebal yang mendera.

Pihak berwenang setempat tengah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Korsel di Wellington untuk merencanakan langkah selanjutnya, terhadap anak buah kapal nelayan itu.
(faj)
  • Syarviddint is playing poker! » 0 Tanggapan
    Perairan Selat Malaka yang berada di antara negara singapuran dan kepulauan riau indonesia sering terjadi pembuangan limbah tailing berupa gumpalan minyak hitam dan butiran aspal yang berasal dari limbah air balasa kapal tangker yang melintasi jalur selat malaka tersebut, hal ini terjadi setiap tahunnya pada musim angin utara yang telah memberikan dampak pada tercemarnya kawasan wisata lagoi dan pantai trikora yang berada di pulau bintan kabupaten bintan prov kepri indonesia, mohon perhatian untuk seluh stakeholder yang telah memanfaatkan alur pelayan di kawasan selat malaka, kami menghimbau karena di kawasan perairan pulau bintan terdapat kawasan ekosistem terumbu karang (Coral Reef, seagrass). semoga ini mendapat perhatian dunia international bagi negara-negara yang telah memanfaatkan jalur pelayaran guna keberlangsungan keanekaragaman hayati dunia internasional.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit