SEOUL - Korea Utara menuduh Amerika Serikat (AS) telah mempolitisir bantuan makanan yang hendak mereka berikan. AS meminta pengayaan uranium Korut dihentikan demi bantuan makanan itu masuk.
Masalah ini terkuak disaat Kim Jong-Un tengah melakukan konsolidasi kekuasaannya, ditengah krisis makanan dan nuklir yang dihadapi Korut saat ini.
Sementara permintaan AS itu diutarakan sebelum kematian dari Kim Jong-Il.
Memang pada saat itu, AS bermaksud untuk mengumumkan pemberian bantuan makanan kepada Negara Komunis tersebut. Demikian diberitakan Associated Press, Rabu (11/1/2012).
Dikabarkan pihak Kementerian Luar Negeri Korut marah besar dengan permintaan AS tersebut. Mereka pun menuduh AS telah mempolitisasi bantuan yang seharusnya lebih bersifat bantuan kemanusiaan tersebut.
Pihak mengatakan proposal Washington tersebut diajukan pada Juli lalu, dan sebenarnya kedua negara masih terus melakukan perundingan mengenai masalah ini. Tetapi dengan wafatnya Kim Jong-Il Desember lalu, perundingan pun terhenti.
AS pun sepertinya belum bisa mendekati pemimpin baru Korut saat ini, Kim Jong-Un. Pemuda berusia sekira 20 tahunan ini memang dianggap belum jelas arah kebijakan politiknya.
Tetapi Jong-Un sudah dikatakan sebagai pemimpin yang didukung oleh lapisan kekuasaan di Korut. Dirinya saat ini sudah ditunjuk sebagai pemimpin Partai Pekerja Korut dan pemimpin tertinggi militer di negaranya.
(faj)