MANILA - Ketua negosiator perdamaian dari kelompok separatis Muslim Filipina (MILF) mengatakan pihaknya belum bisa berdamai dengan Pemerintah Filipina. Hal ini disebabkan banyaknya perbedaan antara kedua belah pihak.
Sebelumnya negosiator dari Pemerintah Filipina melakukan pertemuan dengan MILF selama tiga hari di Malaysia. Namun perundingan tersebut belum menghasilkan kesepakatan positif.
"Negosiasi menunjukan sedikit kemajuan, tetapi kurang cepat," ucap negoasiator pemerintah Marvic Leonen seperti dikutip Associated Press, Kamis (12/1/2012).
Meski belum menunjukan kemajuan berarti, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan perundingan bulan depan. Leonen pun mengharapkan dalam waktu tiga bulan ke depan, sebuah kesepakatan damai dapat tercapai.
Tetapi, keyakinan dari Leonen sepertinya ditanggapi dingin pihak MILF sendiri. Negosiator MILF Mohagher Iqbal menilai kesepakatan damai belum bisa diraih dalam waktu dekat.
MILF memang sudah menuntut kemerdekaan sejak era 1970-an. Tetapi mereka melunak dengan meminta otonomi khusus dari wilayah yang sebagian besar warga beragama Islam.
Perundingan damai antara MILF dengan pemerintah sendiri juga terus dimediasi oleh banyak pihak. Tetapi Malaysia menjadi negara yang paling lama menjadi mediator perdamaian ini.
(faj)