Foto : Pasukan AS di Afghanistan (IST)
KABUL - Militer Amerika Serikat (AS) tengah menyelidiki munculnya video yang menunjukkan adegan seorang pasukan Marinir AS yang mengencingi mayat militan Taliban. AS pun mengecam video itu.
Video itu menayangkan adegan dari empat orang marinir yang mengenakan seragam berdiri di dekat tiga mayat berdarah dari militan Taliban. Mereka pun sadar bila tindakannya direkam kamera.
"Siapapun yang muncul dalam video ini, hal ini mencerminkan tindakan yang menjijikkan dan tidak dapat diterima," ujar juru bicara Pentagon, John Kirby, seperti dikutip AFP, Kamis (12/1/2012).
Seorang pejabat militer AS yang tak mau disebut identitasnya melaporkan, senjata dan helm yang dikenakan oleh para pasukan AS di video itu menunjukkan bahwa mereka adalah tim elit sniper. Menurut pejabat AS, tindakan pasukan AS itu juga tampak melanggar kode etik militer AS.
Salah satu organisasi Islam di Washington, Council on American-Islamic Relations (CAIR) mengecam video itu.
"Video ini menunjukkan perilaku yang benar-benar tidak pantas bagi seorang personil militer AS. Hal ini akan sangat berbahaya dalam hubungan sipil dan militer, kami yakin, insiden ini akan diselidiki secara transparan dan akan segera ditindaklanjuti oleh pihak yang berwajib," ujar CAIR.
Sekira 20 ribu Marinir AS dikerahkan ke Afghanistan. Kebanyakan dari mereka dikerahkan di Provinsi Kandahar dan Helmand yang terletak di bagian selatan Afhanistan. Pasukan koalisi North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan AS berniat untuk segera menarik diri dari Afghanistan pada 2014 mendatang dan menyerahkan tanggung jawab keamanan ke pasukan Afghanistan.(AUL)