JAKARTA - Masalah Laut China Selatan kembali dibahas oleh kelompok Association of South East Asian Nations (Asean) dengan China. Kedua pihak membahas implementasi Declaration on the Conduct (DOC) dari Laut China Selatan.
Pertemuan yang dilakukan pada Sabtu 14 Januari 2012 ini, telah diselenggarakan untuk keempat kalinya dalam tingkatan pejabat tinggi Asean-China.
The 4th ASEAN-China Senior Officials’ Meeting on the Implementation of the Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (4th ASEAN-China SOM on DOC) ini dihadiri oleh seluruh negara anggota Asean dan Chiba serta Deputi Sekjen Asean di Beijing.
"Agenda pertemuan difokuskan pada pembahasan implementasi DOC yang telah dilaksanakan selama ini, pertukaran pandangan mengenai upaya tindak lanjut Guidelines dari implementasi DOC secara menyeluruh, khususnya di tahun 2012 ini," menurut Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan persnya yang dikirim kepada Okezone, Senin (16/1/2012).
"Selain itu dibahas pula aktivitas bersama Asean-China yang akan dilaksanakan dalam bentuk kerja sama praktis dan konkrit dalam kerangka implementasi DOC yang dimaksud," lanjut keterangan tersebut.
Pertemuan para Pejabat Senior Asean-China ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan setelah disepakatinya Guidelines of the Implementation of the DOC di Bali bulan Juli 2011 yang lalu, di bawah Keketuaan Indonesia di tahun 2011.
Asean dan China melalui Pertemuan ini secara kolektif dan tegas menyatakan kembali signifikansi dari DOC dan upaya implementasinya sebagai dasar bagi terciptanya perdamaian, stabilitas, kerja sama dan terutama membangung kepercayaan di Laut China Selatan di antara Negara anggota Asean dan China.
Kedua pihak juga sepakat untuk memperkuat komitmen bersama untuk mengimplementasikan DOC secara efektif dan bermanfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.
Pada Pertemuan ini, Indonesia menegaskan pandangan dasar Indonesia bahwa saat ini adalah momentum yang terbuka bagi Asean-China untuk segera mengimplementasikan DOC dan perlunya menjaga dan memanfaatkan momentum positif serta situasi kondusif yang telah dicapai dengan disepakatinya Guidelines.
Indonesia berkomitmen untuk ikut terus mendorong agar implementasi DOC tersebut dapat direalisasikan melalui pelaksanaan berbagai kerjasama praktis dan kongkrit di Laut China Selatan yang dilakukan secara bersama oleh Asean dan China serta bermanfaat bagi kedua belah pihak.
Dalam rangka memperkuat kerjasama maritim secara umum di kawasan dan isu Laut China Selatan khususnya, Indonesia menekankan bahwa kerjasama praktis dan kongkrit antara lain dapat mencakup tema dan isu seperti freedom of navigation, search and rescue, marine ecosystem and biodiversity, marine environmental concerns, sea-piracy ataupun combating transnational crime at sea.
Indonesia juga menyampaikan bahwa Track 2 Workshop Managing Potential Conflicts in the South China Sea yang telah Indonesia selenggarakan selama 21 tahun terakhir, merupakan salah satu contoh konkrit dari potensi kerja sama praktis dan kongkrit yang dapat dilakukan Asean-China dalam rangka implementasi DOC ke depan.
(faj)