JAKARTA - Pertemuan antara Association of South East Asian Nations (Asean) dengan China di Beijing, berhasil menyepakati empat proposal kerja sama prakits 2012. Keempat proposal tersebut adalah kelanjutan dari dua worskshop pada akhir tahun 2011 lalu.
Tahun 2012 ini merupakan tahun yang penting, karena genap 10 tahun ditandatanganinya Declaration on the Conduct (DOC) dari Laut China Selatan antara Asean dan China. Dalam rangka memperingati 10 tahun penandatanganan DOC dimaksud, disepakati untuk diadakan suatu Asean-China joint commemorative workshop.
Hal-hal positif lainnya yang berhasil disepakati Pertemuan antara lain mengkaji empat proposal kerja sama praktis untuk tahun 2012 yang diajukan oleh Negara anggota Asean dan China.
Empat proposal tersebut yaitu Lokakarya Kerja Sama Keamanan Maritim dan Mitigasi. Lokakarya atau seminar tentang Teknil Pengawasan Ekologi Maritim. Kemudian adapula Lokakarya tentang Penyelamatan Bencana dan Lokakarya mengenai Ekosistem dan Keanekaragaman Laut.
Para Pejabat Senior Asean menyambut baik inisiatif pembentukan China-Asean Maritime Cooperation Fund sebesar tiga milyar yuan yang telah diumumkan oleh Perdana Menteri China Wen Jiabao. Inisiatif tersebut diumumkannya pada saat KTT Asean-China di Bali bulan November 2011 lalu.
"China menggarisbawahi bahwa komitmen dana tersebut utamanya diperuntukkan bagi pembiayaan segala aktivitas yang terkait dengan implementasi DOC ataupun dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kerjasama di bidang maritim di antara Negara anggota Asean dan China," menurut Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan persnya yang dikirim kepada Okezone, Senin (16/1/2012)
Pertemuan ke-4 para Pejabat Senior Asean dan China ini berlangsung dalam suasana yang positif dan sangat konstruktif, sehingga dapat menghasilkan pembahasan yang bermanfaat bagi upaya memajukan implementasi DOC dalam rangka ikut mendorong terciptanya suasana damai, stabil, kooperatif dan saling percaya atas isu Laut China Selatan.
DOC ditandatangani oleh negara anggota Asean dan China di Kamboja tahun 2002 guna membangun rasa saling percaya dan saling pengertian agar terciptanya suasana damai, stabil dan kooperatif di antara Negara anggota Asean dan China atas isu Laut China Selatan. Laut China Selatan hingga kini masih dalam sengketa dengan klaim tumpang tindih antara para claimant states yaitu RRT, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina dan Viet Nam, serta Taiwan.
Indonesia meskipun bukan termasuk negara pengklaim, sangat menyadari arti strategis Laut China Selatan bagi kawasan Asean maupun Asia Timur, terutama dalam upaya menjaga kelangsungan situasi yang damai dan stabil di Laut China Selatan beserta pengaruhnya kepada Indonesia, kawasan Asean dan Asia Timur maupun dunia pada umumnya.
(faj)