SANAA - Kelompok teroris Al Qaeda memperkuat pengaruh mereka di Kota Radda, Yaman. Hal ini didapatkan, setelah sebuah kelompok militan lokal bersumpah untuk setia kepada pemimpin Al Qaeda Ayman Al-Zawahiri.
Langkah yang dilakuan Al Qaeda ini sepertinya menimbulkan kekhawatiran bagi negara tetangga, Arab Saudi dan tentunya Amerika Serikat (AS). Kedua negara patut cemas, karena wilayah perairan Yaman digunakan sebagai jalur transportasi minyak dunia.
Kelompok militan tersebut diketahui berhasil merebut kota Radda Minggu 15 Januari kemaren. Kota itu bisa dikatakan cukup strategis karena jaraknya hanya mencapai empat jam dari Ibu Kota Yaman, Sanaa.
"Al Qaeda sudah memperkuat kekuatan mereka di wilayah Radda. Mereka terus menyebarkan pengaruh di kota ini setelah menyampaikan sumpah setia kepada Ayman Al-Zawahiri," ucap seorang warga seperti dikutip Reuters, Senin (16/1/2012).
Warga menambahkan, anggota militan yang menyerbu kota dengan populasi 60 ribu jiwa ini, telah menewaskan dua pasukan pemerintah dalam aksi serangannya.
Mereka juga menduduki sebuah penjara dan lima kendaraan milik polisi serta gedung pemerintah mereka sita.
Kondisi Yaman yang tidak aman, tidak lepas dari kerasnya Presiden Ali Abdullah Saleh untuk tetap berkuasa di negaranya.
Pihak AS dan Arab Saudi selama ini terus mendesak agar Presiden Saleh menyerahkan kekuasaannya untuk meredam aksi kekerasan dan mengatasi keadaan di negara Arab yang paling miskin tersebut.
(faj)