Foto : Kecelakaan kapal Costa Concordia (AFP)
GIGLIO - Para penumpang yang terjebak dalam Kapal Costa Concordia tampak panik dan menyelamatkan anak-anaknya. Mereka juga marah dengan sang kapten kapal tersebut karena dinilai tidak memperdulikan keselamatan para penumpang.
Pada saat proses evakuasi terjadi, para penumpang pria tampak mengabaikan penumpang perempuan dan memprioritaskan keselamatan anak-anak. Terdengar banyak isak tangis dalam kapal pesiar besar yang mengalami kecelakaan tersebut. Para penumpang juga menaikki kapal sekoci untuk menyelamatkan diri.
"Saya ingin penumpang lain menyadari, banyak perilaku yang tidak sepantasnya dilakukan oleh para penumpang di sini. Peristiwa ini bahkan seperti mimpi buruk. Saya kehilangan putri dan cucu saya," ujar Sandra Rogers, seperti dikutip Daily Mail, Senin (16/1/2012).
Salah seorang penumpang bahkan kehilangan paspor, uang tunai, dan kartu kreditnya yang disimpan di cabin kapal tersebut. Dirinya mengatakan, tidak ada bantuan yang diberikan oleh para petugas keamanan di kapal itu. Para penumpang bahkan tidak melihat Kapten Kapal Costa Concordia Francesco Schettino pada saat evakuasi berlangsung.
Pada saat kecelakaan terjadi, Kapten Schettino mengumumkan, adanya gangguan teknis dalam Kapal Costa Concordia, para anak buah kapal (ABK) juga memerintahkan penumpang agar tidak panik dan kembali ke cabinnya. Tidak ada perintah untuk mengenakan pelampung pada saat kapal itu mulai kandas. Para ABK juga melakukan manuver untuk mengubah posisi kapal yang miring itu.
Ledakan pun muncul 20 menit ketika kapal itu kandas dan belum ada perintah dari kapten untuk menurunkan sekoci-sekoci, meski kapal itu sudah sulit bergerak.
Ketika para petugas kapal mulai memberikan instruksi agar para penumpang segera meninggalkan kapal, para penumpang langsung panik.
Kapten Schettino bahkan diinterogasi oleh pihak kepolisian Italia. Dirinya terancam akan ditahan karena mengabaikan jiwa para penumpang.(AUL)