Foto : Presiden Korsel Lee Myung Bak (asienspiegel)
PYONGYANG - Media asal Korea Utara (Korut) melaporkan, negaranya tidak akan pernah mau berurusan dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Myung Bak beserta Pemerintah Korsel lainnya.
Pernyataan Korut muncul setelah Korsel mengutarakan kesediaannya untuk berdialog dengan negeri komunis itu. Korut pun menegaskan, negaranya tidak akan pernah mau berurusan dengan Pemerintah Korsel. Demikian seperti diberitakan KCNA, Selasa (17/1/2012).
Komisi Pertahanan Nasional Korut juga mengatakan, Korut tidak pernah mengadakan kontak dengan Presiden Lee Myung Bak hingga saat ini.
Ejekan dan kecaman kerap mewarnai hubungan bilateral kedua negara Korea itu. Korut sering menyebut Presiden Lee sebagai seorang pengkhianat. Sementara itu militer Korsel juga pernah menggunakan foto mendiang Kim Jong Il sebagai target latihan tembak.
Saat Korsel dipimpin oleh Lee Lee yang berasal dari kubu konservatif Korsel menjabat, pada 2008 lalu. Hubungan kedua negeri Korea itu memang selalu menegang. Berbeda pada saat Korsel dipimpin oleh Kim Dae Jung yang sempat diberikan penghargaan berupa Nobel Perdamaian.
Pada saat masa berkabung atas kematian Kim Jong Il digelar di Korut, janda dari Kim Dae Jung tampak menghadiri prosesi bela sungkawa itu. Pemimpin Korut Kim Jong Un juga mengucapkan terima kasihnya kepada para delegasi Korsel yang pada saat itu hadir di masa berkabung atas kematian ayahnya.(AUL)