Jelang Tahun Baru Imlek, Protes Tibet Warnai China
Khairisa Ferida
Selasa, 17 Januari 2012
18:09 wib
BEIJING - Puluhan warga Tibet, termasuk para biksu berkumpul untuk mengadakan aksi protes dengan mengangkat gambar Dalai Lama di wilayah barat daya China.
Aksi protes itu dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas sikap Pemerintah China yang mengekang kebebasan beragama dan budaya. Para pengunjuk rasa juga menuntut agar pemimpin spiritual Dalai Lama yang berada di India dapat segera kembali ke Tibet.
"Festival tahun baru China akan segera datang. Para pengunjuk rasa memanfaatkan momentum ini untuk menarik perhatian dengan menciptakan insiden," ujar salah pejabat keamanan China seperti dikutip Associated Press, Selasa, (17/1/2012).
Polisi di Distrik Seda mengatakan, pihaknya telah melakukan dialog dengan pengunjuk rasa. Namun polisi menolak menjelaskan apakah terdapat demonstran yang ditahan atau tidak.
Pemerintah China sangat sensitif dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan warga Tibet ini karena dianggap dapat memicu sikap anti-pemerintah di daerah lainnya.
Setidaknya 16 orang biksu dilaporkan telah melakukan aksi bakar diri dalam satu tahun terakhir. Aksi nekat tersebut mereka lakukan untuk menuntut kemerdekaan Tibet atas China. Mereka juga meminta agar pemimpin spiritual Dalai Lama yang berada di India dapat kembali ke Tibet.
Namun salah seorang pejabat setempat membantah terjadinya aksi protes di Distrik Seba.
Meningkatnya aksi protes yang dilakukan oleh warga Tibet mendorong Perdana Menteri China Wen Jia Bao mengunjungi Nepal. Nepal selama ini dikenal sebagai rumah bagi ribuan pengungsi Tibet.
Kunjungan yang dilakukan secara rahasia itu ditujukan untuk memperketat pengawasan berbagai aktivitas peribadatan dan budaya warga Tibet.(rhs)