Foto : Ngidi tersungkur di papan luncurnya dan ditolong oleh peselancar (Reuters)
PORT ST JOHNS - Seorang peselancar di Port St Johns, Afrika Selatan (Afsel), tewas akibat serangan hiu ganas. Seorang saksi mata mengatakan, pria itu sempat bergulat dengan hewan buas itu selama lima menit sebelum warna air laut itu berubah menjadi merah.
Ngidi Msungubana tewas akibat gigitan hiu buas di perairan Afsel, jenazahnya pun diangkat oleh beberapa warga yang saat itu berada di pantai Port St Johns. Hiu ganas itu tampak mengoyak beberapa bagian tubuh Ngidi pada saat berselancar.
"Pria itu sedang berselancar ketika tingkat kedalaman air laut masih rendah, pada saat itu, seekor hiu pun muncul. Saksi mata mengatakan, Ngidi bergulat dengan hiu itu selama lima menit dan air laut pun berubah menjadi merah," ujar pejabat setempat Sizwe Kupelo, seperti dikutip Daily Mail, Selasa (17/1/2012).
"Beberapa orang peselancar membantu para penjaga pantai untuk menarik Ngidi dari laut. Seorang dokter datang untuk menyelamatkan Ngidi dan membawanya ke rumah sakit. Tangan dan perut Ngidi tampak terkoyak, Ngidi meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit," tambahnya.
Seorang pengamat yakin, Ngidi diserang oleh Hiu Banteng, atau Hiu Zambezi yang terkenal di perairan Afrika. Hiu tersebut umumnya melakukan perburuan tanpa kawanannya dan terkenal dengan kelakuannya yang agresif.
Pejabat setempat juga mengatakan, enam serangan hiu sudah sering terjadi di Port St Johns sejak 2007 lalu. Beberapa pengamat juga menilai, Port St Johns adalah tempat paling berbahaya untuk berselancar.
Pada September 2011, seorang warga Inggris Michael Cohen terpaksa kehilangan kaki kanannya dan beberapa bagian kaki kirinya setelah diserang oleh hiu di perairan Cape Town. Namun, insiden yang menimpa Ngidi tampaknya menjadi insiden serangan hiu terburuk yang pernah muncul di Afsel.(AUL)