Foto Mantan Presiden Mesir Husni Mubarak (USA Today)
KAIRO - Pengacara Husni Mubarak mengatakan, Husni Mubarak sosok yang adil bukan seorang tirani. Pengacara juga menjelaskan dakwaan yang dituduhkan kepada Mubarak dianggap tidak berdasar karena tidak memiliki bukti.
Lebih lanjut pengacara itu menjelaskan, sebelumnya jaksa telah memutuskan untuk menghentikan tuntutan terhadap Mubarak karena kurangnya bukti. Namun tekanan publik yang besar membuat jaksa tetap melanjutkan persidangan.
"Husni Mubarak yang dituduh sebagai seorang pembunuh dan telah menyalahgunakan kekuasaannya bukanlah Husni Mubarak yang sama yang saya jelaskan sebelumnya," ujar Pengacara Farid al-Deeb seperti dikutip Al Arabiya, Rabu, (18/1/2012).
Dalam persidangan terakhir, Mubarak mendatangi pengadilan dengan kondisi terbaring lemah di atas tempat tidur. Pria yang telah memimpin Mesir lebih dari tiga dekade itu ditempatkan dalam sebuah kurungan yang umumnya digunakan oleh para terdakwa. Mubarak merupakan satu-satunya pimpinan Arab yang berhasil dilengserkan dan diseret ke pengadilan.
Beberapa saksi yang dihadirkan di pengadilan meringankan dakwaan terhadap Mubarak. Mereka mengatakan tidak ada perintah dari Mubarak untuk membunuh para demonstran.
"Mubarak tidak pernah memerintahkan pasukan keamanan untuk menembaki demonstran," ujar pejabat militer Mesir Marsekal Tantawi Muhammad dalam persidangan.
Pengacara Deeb juga menjelaskan, dakwaan melakukan pembunuhan tidak terbukti dan putusan bersalah terhadap Mubarak akan memicu kemarahan di kalangan warga Mesir.
"Dia pemimpin dengan tangan bersih dan memiliki hati yang tulus," ujar Deeb.
Kendati demikian Deeb tidak menampik meski tuduhan pembunuhan tidak terbukti, Mubarak masih akan tetap menghadapi tuduhan lainnya yakni dakwaan melakukan korupsi.
Sebelumnya Mubarak didakwa terlibat dalam pembunuhan terhadap 850 demonstran selama aksi protes berlangsung terhadap dirinya.
Dalam pembelaannya, Deeb juga menghabiskan waktu satu jam untuk memaparkan keberhasilan Mesir di bawah pimpinan Mubarak. Deeb juga menggambarkan Mubarak sebagai seorang pria terhormat yang tidak haus darah.
"Yang diinginkan oleh semua orang adalah keadilan dan sikap adil kepadanya. Kita tidak bisa menutupi sejarah dengan debu, " imbuhnya.
Kini Mubarak tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit militer atas penyakit jantungnya. Sebuah sumber medis menyebutkan kondisi Mubarak tidak memungkinkan pria paruh baya itu untuk menjalani peradilan.
Namun jika terbukti bersalah dalam dakwaan pembunuhan tanpa perencanaan, Mubarak akan menghadapi tuntutan 25 tahun penjara.(rhs)