Getting Time...

Dewan Militer Klaim Mesir dalam Situasi Berbahaya

Khairisa Ferida
Rabu, 18 Januari 2012 18:22 wib
Foto Marsekal Hussein Tantawi (The Guardian)
Foto Marsekal Hussein Tantawi (The Guardian)
KAIRO - Mesir masih terus bergejolak, bahkan lengsernya mantan Presiden Husni Mubarak pun belum mampu menciptakan stabilitas politik di Negara Piramida itu.

"Mesir tengah menghadapi situasi yang berbahaya. Situasi  berbahaya seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan militer tidak boleh menyerah menghadapi situasi ini," ujar Marsekal Hussein Tantawi melalui tulisannya di sebuah media cetak seperti dikutip Associated Press, Rabu, (18/1/2012).

Tulisan Tantawi itu seolah merupakan sebuah peringatan terselubung bagi para aktivis yang melakukan pemberontakan sejak 25 Januari 2011 lalu. Setelah berhasil menumbangkan rezim Mubarak, kini para aktivis pro demokrasi menuntut pemerintahan militer segera dibubarkan dan digantikan dengan pemerintahan sipil.

Kabar terakhir menyebutkan, para aktivis berencana untuk menggelar demonstrasi guna memperingati satu tahun lengsernya Mubarak.

Para aktivis menuding, dewan militer pimpinan Tantawi yang tengah berkuasa di Mesir saat merupakan perpanjangan tangan dari rezim Mubarak. Tudingan itu muncul karena Tantawi sebelumnya menjabat sebagai menteri pertahanan di era pemerintahan Mubarak selama 20 tahun.(rhs)
TWITTER »
twit