KABUL - Misi pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO) di Afghanistan akan berakhir pada 2014 mendatang. Di saat bersamaan Angkatan Udara Afghanistan bersiap untuk belajar menerbangkan dan memperbaiki pesawat serta helikopter yang nantinya ditinggalkan NATO.
Pelatihan atas pilot dan kru angkatan udara akan berlangsung. Namun menurut Kepala Pelatihan NATO Letnan Jenderal William Caldwell mengatakan, mereka juga akan melatih ribuan teknisi dari pesawat dan helikopter yang tentunya sama penting dengan pilot.
"NATO memiliki 70 helikopter yang sebagian besar berjenis Mi-17s. Dalam waktu satu tahun, helikopter tersebut dipastikan tidak akan bisa terbang lagi. Bukan karena ditembak jadi, tetapi lebih karena pihak Afghanistan tidak bisa merawatnya," jelas Letjen Cadlwell seperti dikutip Associated Press, Rabu (18/1/2012).
Memang pasukan NATO akan berakhir 2014 mendatang dan mengalihak tanggung jawab keamanan kepada pihak militer dan polisi Afghanistan.
Namun ribuan pasukan dan penasihat keamanan pasukan NATO akan tetap berada di negara itu hingga beberapa tahun ke depan. Mereka akan memberikan pelatihan kepada pasukan Afghanistan.
NATO pun sudah menyediakan pesawat tranportasi taktis C-27A, helikopter tempur MI-35 serta helikopter transportsi MI-17 untuk pihak keamanan Afghanistan. Selain itu, NATO juga akan menghibahkan puluhan pesawat pendukung A-29 bagi Afghanistan.
Sebelumnya Afghanistan memiliki skuadron udara yang cukup kuat peninggalan Uni Soviet. Tetapi sejak Taliban berkuasa, skuadron udara itu tidak berfungsi lagi dan baru diaktifkan kembali pada 2005 lalu.
Saat itu, semuanya harus dimulai dari awal, termasuk perekrutan pilot, mekanik dan ahli komunikasi. Saat ini Angkatan Udara Afghanistan sudah diperkuat dengan sekira 5.000 personel dan 86 pesawat.
(faj)