Foto : Yingluck Shinawatra (telegraph)
BANGKOK - Perdana Menteri Thailand Yinguck Shinawatra tetap mengangkat seorang yang dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh Amerika Serikat (AS) sebagai menterinya.
Nalinee Taveesin diberikan menduduki salah satu kursi menteri di Thailand, meski asetnya sudah dibekukan oleh Paman Sam. Nalinee diduga merupakan seseorang yang memberikan dukungan finansial dan logistik ke mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe.
Menurut Kementerian Keuangan AS, Nalinee adalah seorang yang sempat melakukan beberapa transaksi pembelian real estate dan berlian dengan istri MUgabe. Namun Yingluck menegaskan, pengangkatan Nalinee sebagai menteri adalah tindakan yang berdasarkan konstitusi.
"Sangat ironis, Nalinee Taveesin adalah orang yang sempat berpartisipasi dalam serangkaian tindakan korupsi. Dirinya bahkan mendukung rezim korup di Afrika," ujar Kementerian Keuangan AS, seperti dikutip AFP, Kamis (19/1/2012).
Meski demikian, Nalinee kerap menampik dugaan keterlibatan perdagangan dengan rezim Mugabe ke Bangkok Post.
"Saya tidak pernah melakukan transaksi berlian dan saya adalah rekan dari presiden di sejumlah negara," ujar Nalinee.
Pengangkatan Nalinee sebagai menteri juga mendapat kecaman dari pihak oposisi Thailand yang berasal dari Partai Demokrat. Mereka menilai Pemerintah Thailand tidak bermoral.
AS dan Uni Eropa sebelumnya memberikan sanksi ke sejumlah pejabat Zimbabwe beserta kroni-kroninya. Selain diberikan sanksi, aset mereka juga dibekukan dan diberlakukan larangan terbang.(AUL)