YANGON - Sikap Myanmar yang terus menunjukan keterbukaan diyakini memicu negara Barat untuk membuka kedutaan di Myanmar, namun Amerika Serikat (AS) menilai penunjukan Dubes AS untuk Myanmar membutuhkan waktu berbulan-bulan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan, tidak mudah untuk memutuskan membuka kedutaan di suatu negara.
Nuland menjelaskan, hal tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang termasuk menentukan diplomat yang pantas mengemban posisi tersebut dan konfirmasi dari Kongres AS.
"Proses ini amat rumit dan perlu diatur dilakukan dengan benar. Biasanya proses ini biasanya membutuhkan waktu beberapa bulan, "Jelas juru bicara Kemlu AS Victoria Nuland seperti dikutip Irrawaddy, Kamis (19/1/2012).
Pekan lalu Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengumumkan bahwa AS berniat untuk membuka kembali hubungan diplomatik dengan Myanmar secara penuh. Hal termasuk dengan penunjukan duta besar, tetapi hal ini belum dapat dilakukan dengan cepat.
"Seperti yang dikatakan Menlu Clinton, proses ini tidak bisa berlangsung cepat. Kami perlu memilih calon (dubes) yang harus melewati seleksi beberapa tahap. Presiden perlu mengajukan dubes itu, yang kemudian diserahkan kepada senat dan kami harus mendapatkan persetujuan senat," ucap Nuland.
Nuland menambahkan, hingga saat ini pihaknya bahkan belum mengumumkan calon dubes yang dipilih oleh presiden. Tetapi hal tersebut sudah dalam penjajakan Pemerintah AS.
(faj)