Ilustrasi : Bladeforum
BEIJING - Kelompok advokat di Amerika Serikat (AS) melaporkan, aparat kepolisian China memukuli warga Tibet yang sedang melakukan aksi bakar diri dengan tongkat pemukul berpaku.
Losang Jamyang membakar dirinya pada Sabtu pekan lalu di Provinsi Sichuan, China. Insiden itu pun disaksikan banyak orang dan cukup membuat kericuhan. Losang menjadi warga Tibet ke-16 yang tewas dalam aksi bakar diri, memprotes kebijakan Negeri Panda itu.
"Pria itu menyiram diri dengan bensin dan membakar dirinya. Dia pun berjalan dan menyerukan slogan-slogan pro-Dalai Lama dan pembebasan Tibet," ujar kelompok advokat di AS, seperti dikutip AFP, Kamis (19/1/2012).
"Kepolisian China langsung menendang dan memukulinya dengan tongkat berpaku. Mereka tidak berupaya untuk memadamkan kobaran api di tubuh pria itu. Para warga Tibet di tempat kejadian perkara langsung berdiri dan meminta para aparat keamanan agar menyerahkan jenazah Losang," tambahnya.
International Campaign for Tibet (ICT) melaporkan, polisi-polisi China juga melakukan penahanan terhadap sekira 20 warga Tibet yang melakukan unjuk rasa dan menelantarkan seorang perempuan dalam kondisi buta di salah satu matanya. Polisi China juga melepaskan tembakan ke dua orang perempuan yang terluka dalam insiden tersebut.
Aksi bakar diri telah mewarnai Tibet sejak akhir Maret lalu. Banyak warga Tibet memprotes kebijakan pembungkaman yang dilakukan oleh China. Mereka bahkan mengklaim, budaya Tibet sudah terkikis akibat masuknya para warga etnis Han China di tempat mereka hidup.
China pun selalu menentang adanya laporan-laporan terkait penyiksaan warga Tibet. China justru menuding Dalai Lama merupakan seseorang yang melakukan aksi teror dengan memerintahkan para pengikutnya agar membakar diri.(AUL)