KABUL - Aksi bom bunuh diri kembali terjadi di Afghanistan hari ini. Pengeboman terjadi di Bandara Internasional Kandahar, Afghanistan Selatan serta menewaskan enam orang.
"Enam warga sipil terbunuh dalam serangan bom bunuh di dekat pintu gerbang Bandara Kandahar hari ini," jelas Kepala Polisi Kandahar Jenderal Abdul Razeq seperti dikutip AFP, Kamis (19/1/2012).
Kelompok militan Taliban mengaku bertanggung jawab dalam insiden terbaru ini. "Sasaran kami adalah kendaraan anti peluru milik pasukan koalisi asing," ujar juru bicara Taliban Qari Yousuf Ahmadi.
Komandan Angkatan Darat wilayah Afghanistan Selatan Jenderal Hamid Wardak sebelumnya mengatakan ada tiga warga sipil yang tewas dalam serangan ini. Tetapi jumlah itu kemudian diralat menjadi enam.
Sementara juru bicara pasukan koalisi North Atlantic Treaty Organization (NATO) mengatakan tidak ada pasukan asing yang menjadi korban dalam insiden ini. Sedangkan serangan bom bunuh itu diketahui berasal dari sebuah kendaraan yang dikendarai oleh pelaku pengeboman.
Entah bagaimana kelanjutan perundingan damai antara Taliban dengan Pemerintah Afghanistan usai serangan ini. Komandan NATO Jenderal John Allen mengatakan, serangan itu menunjukan bahwa pemimpin Taliban Mullah Omar sudah kehilangan kendali dari pasukannya.
"Seharusnya dirinya mengecam serangan ini dan memerintahkan pasukannya untuk menyerang warga sipil Taliban," jelas Allen.
Bagi Allen serangan terbaru ini membuktikan bahwa aksi militansi terus menunjukan perang langsung kepada rakyat Afghanistan. Dirinya yakin bahwa Taliban akan terus menggunakan intimidasi dan teror demi memperoleh tujuan mereka.
(faj)