GUANTANAMO - Penjara Guantanamo yang digunakan untuk menahan para tersangka pelaku terorisme, ternyata masih bisa disusupi oleh Al Qaeda. Sebagai bukti, militer Amerika Serikat (AS) menemukan majalah Inspire yang dikenal sebagai majalah propaganda Al Qaeda.
Majalah yang memang kerap dikaitkan dengan Al Qaeda ini diketahui dikirim ke penjara Guantanamo. Hal ini terungkap dalam pengadilan seorang pelaku teroris di Pengadilan Militer AS.
"Ada sebuah materi yang berbahaya seperti majalah Inspire yang seharusnya tidak masuk ke penjara (Guantanamo)," ucap Letnan Kolonel Laut Andrea Lockhart seperti dikutip The Guardian, Kamis (19/1/2012).
Terkuaknya keberadaan itu, diungkap oleh Lockhart dalam persidangan tersangka teroris Al Qaeda Abdul al Rahum al Nashiri di Washington, Amerika Serikat (AS).
Majalah yang dengan nama Inspire itu diketahui merupakan bentuk publikasi dari Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP). Majalah ini terkenal dengan artikel yang mengetengahkan cara membuat bom dari bahan-bahan yang berada di dapur.
AS selama menganggap Inspire sebagai alat propaganda dan rekrutmen dari kelompok AQAP. Mereka pun berhasil membunuh pendiri dari majalah tersebut yang juga ulama ternama Al Qaeda, Anwar al-Awlaki September lalu di Yaman.
Komandan Guantanamo Laksmana Muda David Woods, sebelumnya memerintahkan sensor ketat dari setiap surat yang masuk ke penjara yang diisi oleh 171 tahanan itu. Namun tetap saja majalah ini mampu masuk ke dalam penjara yang penuh kontroversi ini.
Juru bicara Pentagon tidak dapat menjelaskan mengapa majalah bisa masuk ke Guantanamo. Diyakini, majalah itu dikirim oleh pengacara sipil yang mewakili salah satu tahanan penjara yang berada di Kuba itu.
(faj)