Getting Time...

Kapal Costa Concordia Karam

Kapten Costa Dibela Seorang Perempuan

Fajar Nugraha
Jum'at, 20 Januari 2012 13:51 wib
Kapten kapal Costa Concordia Francesco Schettino (Foto: AP)
Kapten kapal Costa Concordia Francesco Schettino (Foto: AP)
ROMA - Francesco Schettino saat ini memang menjadi musuh nomor satu di Italia, setelah menyebabkan kapal pesiar Costa Concordia karam. Namun seorang perempuan justru membela kapten yang terancam didakwa melakukan pembunuhan itu.

Seorang perempuan asal Moldova yang dipanggil ke anjungan kapal di saat Costa Concordia membela sang kapten yang kini dipenuhi kritikan. Menurutnya Schettino bekerja tanpa henti untuk menyelamat sekira 4.000 penumpang.

Domnica Cemortan mengaku, dirinya dipanggil Schettino untuk menerjemahkan pengumuman instruksi penanganan bahaya kepada penumpang asing khususnya yang berasal dari Rusia. Cemortan memang bisa berbicara dalam beberapa bahasa.

Saat itu, Cemortan tengah makan malam dengan seorang rekan ketika kapal menabrak karang. Cemortan memang mantan pekerja di Costa Concordia, dia sedang dalam liburan bersama temannya saat itu. Ketika kecelakaan terjadi, dia pun turut membantu.

"Seluruh dari rekan kami membuat pengumuman dengan berbagai bahasa berbeda, karena ada masalah dengan listrik. Keadaan kapal pun gelap," jelas Cemortan seperti dikutip Surat Kabar Adevural, Jumat (20/1/2012).

"Saya tetap berada di anjungan guna berjaga-jaga jika saja kapten membutuhkan bantuan untuk mengumumkan keadaan genting. Ada sekira 20 perwira saat itu, termasuk direktur kapal pesiar dan kapten sendiri," imbuhnya.

Cemorten pun membela Kapten Schettino yang dinilai oleh banyak orang telah lari dari tanggung jawabnya. "Dia melakukan perbuatan mulia. Dirinya mampu menyelamatkan lebih dari 3.000 jiwa," tuturnya. 

Bisa jadi keterangan Cemortan itu dijadikan bukti baru dari penyelidikan yang tengah berlangsung. Namun Jaksa Penuntut Umum Francesco Verusio menolak untuk mempertimbangkan Cemortan sebagai saksi baru dari penyelidikan.

Schettino saat ini tengah menjalani hukuman tahanan rumah. Dirinya diancam hukuman penjara 12 tahun, sesuai dengan kode etik navigasi Italia.
(faj)
TWITTER »
twit