KABUL - Ulah marinir Amerika Serikat (AS) yang mengencingi mayat anggota Taliban, sepertinya terus membekas di kelompok militan itu. Taliban pun mengaku merekrut pasukan Afghanistan untuk menghabisi pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO) sebagai aksi balas dendam.
Pasukan NATO yang bertugas di Afghanistan memang merupakan bagian dari pasukan koalisi asing yang dipimpin oleh AS. Sementara marinir yang melakukan aksi memalukan itu, diketahui mengencingi mayat anggota Taliban yang berada di Afghanistan.
Sebagai bukti bahwa Taliban tidak main-main dengan ancaman ini, mereka mengaku bertanggungjawab atas tewasnya empat tentara Prancis dalam sebuah serangan yang dilakukan oleh pasukan Afghanistan, Jumat 20 Januari kemarin di Provinsi Kapisa.
"Pemerintah Emirat Afghanistan (nama lain Taliban), sudah merekrut beberapa orang dalam posisi penting (dalam pasukan Afhanistan). Beberapa dari mereka bahkan sudah menyelesaikan misi yang diembannya," jelas juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid seperti dikutip Reuters, Sabtu (21/1/2012).
Pernyataan Mujahid diperkuat oleh seorang komandan wilayah Taliban. Dirinya mengatakan, insiden yang dilakukan oleh marinir AS dengan mengencingi mayat anggota mereka makin menyulut dukungan warga Afghanistan kepada Taliban.
Insiden yang dilakukan Marinir AS dan tersebar di YouTobe itu, membuat Taliban mengeluarkan ancaman serangan yang lebih dahsyat lagi terhadap pasukan NATO.
Akibat ancaman ini, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy pun merencanakan percepatan penarikan pasukan mereka dari Afghanistan. Prancis juga menunda segala bentuk operasi militer di Afghanistan atas tewasnya empat pasukannya. Bantuan pelatihan bagi militer Afghanistan pun terancam dibatalkan.
"Saya sudah mengirimkan menteri pertahanan dan kepala staf angkatan darat ke Afghanistan. Saat ini seluruh operasi pelatihan dan keamanan dari Prancis untuk Afghanistan ditunda," tutur Sarkozy.
"Bila kondisi keamanan tidak jelas, maka kemungkinan besar Prancis akan mempercepat penarikan pasukan," imbuhnya.
Rencananya NATO memang akan menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan hingga 2014 mendatang. Namun, NATO akan menyisakan ratusan pasukan yang akan memberikan pelatihan bagi pasukan keamanan Afghanistan.
(faj)