Getting Time...

Editor AS Sarankan PM Israel Bunuh Obama

Fajar Nugraha
Sabtu, 21 Januari 2012 09:56 wib
Obama diancam dibunuh (Foto: AP)
Obama diancam dibunuh (Foto: AP)
NEW YORK - Pemilik sekaligus penerbit Suratkabar Atlanta Jewish Times, Andrew Adler, menyarankan Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu, agar memerintahkan Dinas Intelijen Israel Mossad untuk membunuh Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.

Adler menilai, dengan tewasnya Obama, dapat dipastikan penggantinya nanti akan membela Israel bila melakukan serangan terhadap Iran.

Dalam artikel yang ditulisnya, Adler menyebutkan tiga pilihan bagi Israel untuk melawan program nuklir Iran. Pilihan pertama adalah melakukan serangan pencegahan terhadap Hamas dan Hizbullah. Kedua, menyerang fasilitas nuklir.

Pilihan terakhir yang juga menjadi kecaman banyak pihak adalah, memberikan perintah kepada agen-agen Mossad untuk membunuh Presiden Obama yang dianggap tidak bersahabat dengan Israel. 

Menurut Adler, bila Obama tewas maka Wakil Presiden Joe Biden akan naik dan tentunya dia akan mendukung Israel melawan musuhnya.

"Perintahkan pembunuhan untuk menjaga eksistensi Israel. Coba pikirkan. Bisa jadi skenario ini sudah dibahas dalam lingkungan dalam Israel," tulis Adler dalam Atlanta Jewish Times, seperti dikutip Haaretz, Sabtu (21/1/2012). 
(faj)
  • risal » 0 Tanggapan
    jika ada sesuatu ataupun yang membuat kedua n..gara tsb untuk perang ,untuk menyelesaikanx pastilah ada jlnx. jika.......tdk ada jln untuk menyelesaikanx ........pasti ada yg.........coba klau AS dan i****l tdk mgambil langka yg dmikia pasdti ......./?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • lesdin malau » 0 Tanggapan
    peace bro ..................... damailah duniaku........ damai negeriku..... damai saudaraku..... peace ....... love ....... joy ........ for everybody .....GBU
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ckckk » 0 Tanggapan
    ya elah biasa aja kale, itu kan segelintir org yg bertanggung jawab, tidak mewakili smua yahudi.. ckckckk.. gini aja lgsung heboh ckckk
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit