ROMA - Penyelidikan atas kecelakaan kapal pesiar Costa Concordia terus berlanjut. Dalam keterangan terbaru diketahui bahwa Kapten Francesco Schettino menangis seperti bayi ketika berada di daratan.
Seperti diketahui sebelumnya, kapal pesiar mewah itu karam di dekat perairan Pulau Giglio, Tuscan, Italia pada Jumat 13 Desember lalu. Di saat kapal karam dan mulai terbalik, Kapten Schettino justru menyelamatkan dirinya sendiri tanpa menghiraukan penumpang kapal.
Keterangan terbaru diperoleh dari pendeta yang berada di kapal Raffaele Malena. Malena yang turun paling akhir dari kapal, mengaku sempat bertemu dengan sang kapten di daratan Pulau Giglio.
"Sekira pukul 02.30 pagi (Sabtu 14 Januari waktu Italia), saya berbicara dengan kapten (Schettino). Dia memeluk saya dan menangis seperti seorang bayi selama hampir 25 menit," jelas Malena seperti dikutip AFP, Sabtu (21/1/2012).
Keterangan Malena bisa jadi dapat memberatkan posisi Schettino yang dituduh melakukan pembunuhan, meninggalkan kapal dan menyebabkan kapal karam.
Schettino menjadi musuh nomor satu Italia, karena dirinya meninggalkan kapal saat kecelakaan terjadi dan menolak untuk kembali ke kapal saat diperintahkan oleh Direktur Pelabuhan Pulau Giglio.
Sebelumnya, seorang perempuan memberikan pengakuan bahwa kapten berusia 52 tahun itu membantu proses evakuasi dari penumpang. Schettino juga membela diri bahwa dirinya tidak meninggalkan kapal, tetapi terjatuh ke dalam sekoci dan tidak bisa lagi kembali ke kapal.
Hingga saat ini, 11 penumpang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, sementara 22 orang lainnya masih hilang. Proses pencarian korban sempat ditunda beberapa kali akibat cuaca buruk dan kemungkinan kapal bergerak di sekitar wilayah karang.
Kecelakaan atas kapal seberat hampir 114 ribu ton tersebut terjadi ketika kapal berlayar di laut dangkal. Kapten Schettino dianggap melakukan manuver berbahaya, hanya karena ingin menyapa rekannya yang ada di Pulau Giglio.
(faj)