Getting Time...

Suu Kyi Kunci Politik Myanmar yang Kompleks

Fajar Nugraha
Senin, 23 Januari 2012 11:17 wib
Aung San Suu Skyi  (Foto: AFP)
Aung San Suu Skyi (Foto: AFP)
YANGON- Aung San Suu Kyi saat ini dianggap memegang peranan penting di Myanmar. Ia dinilai mampu menopang aliansi kekuasaan yang dibentuk mantan penguasa junta, yang saat ini dianggap rapuh.

Setelah lebih dari 50 tahun dikuasai oleh militer, Myanmar mengadakan pemilihan umum yang mereka anggap demokratis. Padahal dunia internasional melihat pemilu tersebut dipenuhi rekayasa. Demikian diberitakan Associated Press, Senin (23/1/2012).

Memang, pihak junta saat itu memerintahkan beberapa petinggi militer mereka untuk melepas seragam mereka dan memimpin pemerintahan sipil pada 2010. Pensiunan jenderal Thein Sein pun ditunjuk sebagai Presiden Myanmar pertama usai kekuasaan junta militer.

Sejak saat itulah, Suu Kyi dianggap memiliki peran penting dalam politik Myanmar. Suu Kyi yang baru saja dibebaskan dari tahanan rumah usai pemilu, melakukan pembicaraan dengan Presiden Thein Sein.

Pertemuan Suu Kyi dengan Thein Sein pun dianggap sebagai tonggak perubahan politik Myanmar. Terlebih lagi dengan keputusan Suu Kyi untuk mengikuti pemilu sela 1 April mendatang.

Keikutsertaan perempuan berusia 66 tahun dalam pemilu mendatang adalah rangkaian perubahan positif dari Myanmar. Hal ini juga memicu hubungan Myanmar dan negara Barat mulai mencair. Kini Myanmar mengincar penghapusan sanksi Barat yang dijatuhkan kepada mereka.
(faj)
TWITTER »
twit