BANGKOK - Mantan Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva yang kini menjadi oposisi pemerintah, menolak aksi kudeta di negaranya. Pergantian kekuasaan yang melibatkan pihak militer memang kerap terjadi di Thailand.
Abhisit yang juga pemimpin Partai Demokrat mengatakan, dirinya tidak setuju dengan desakan agar pihak militer untuk melakukan kudeta atas kekuasaan Pemerintah Thailand yang kini dipimpin oleh Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.
"Sebuah perubahan politik seharusnya tidak boleh terjadi dengan cara yang tidak sistematis. Saya akan terus membantu sistem politik untuk terus berjalan berdasarkan mekanisme yang ada," jelas Abhisit seperti dikutip The Nation, Senin (23/1/2012).
"Bila pemerintah memang melakukan kesalahan, seluruh lapisan masyarakat harus menggunakan konstitusi untuk menyelesaikan masalah atau menyelesaikan masalah berdasarkan hukum yang ada," imbuhnya.
Penolakan Abhisit terhadap kudeta tidak lepas dari dorongan pihak massa pendukung pihak oposisi, People Alliance for Democracy.
Saat ini memang banyak pihak yang merasa tidak puas dengan kepemimpinan PM Yingluck Shinawatra. Banyak kebijakan Yingluck yang dianggap melenceng dari aturan yang berarti.
Selain itu, Yingluck yang juga adik dari mantan PM Thaksin Shinawatra dianggap berusaha untuk mengembalikan kakaknya, yang tengah mengasingkan diri di luar negeri guna menghindari hukuman penjara atas tuduhan korupsi yang diarahkan kepadanya.
Perdana Menteri perempuan Thailand pertama ini juga dianggap gagal menangani bencana banjir dahsyat yang melanda Thailand tahun lalu.
(faj)