Getting Time...

Kapal Costa Concordia Karam

Giliran Perusahaan Disalahkan oleh Kapten Costa

Fajar Nugraha
Senin, 23 Januari 2012 16:15 wib
Kapal Costa Concordia karam di Italia (Foto: Reuters)
Kapal Costa Concordia karam di Italia (Foto: Reuters)
ROMA - Kapten Kapal Costa Concordia sepertinya terus berusaha untuk menyelamatkan diri dari kecelakaan yang menyebabkan kapal pesiar itu karam dan menewaskan 13 penumpangnya. Kapten  "pengecut" itu mengaku pihak perusahaan yang menyuruhnya berlayar di laut dangkal.

Pada 13 Januari lalu kapal pesiar Costa Concordia karam di dekat perairan Pulau Giglio, Tuscan, Italia. Saat itu Kapten Francesco Schettino membawa kapalnya masuk ke dalam perairan dangkal demi menyapa rekannya yang berada di Pulau Giglio.

Pria berusia 52 tahun tersebut mengaku kepada polisi bahwa pihak perusahaan, yakni Costa Crociere mengetahui pelayaran di laut dangkal ini. Hal itu menurutnya dilakukan di seluruh dunia.

Schettino bahkan mengaku kepada pihak pengadilan, menyapa seorang bekas rekan di yang berada di Pulau Giglio adalah perintah dari atasannya. Menurut salut tersebut dilakukan sesuai dengan hari libur di pulau wisata itu.

"Salut untuk Giglio diatur dan diminta oleh Costa (Crocier) sebelum kami berangkat. Hal itu dilakukan demi kepentingan promosi. Kami kerap melakukan salut itu di seluruh dunia," bela Schettino seperti dikutip Daily Mail, Senin (23/1/2012).

"Pelayaran melewati Giglio sudah diiklankan melalui suratkabar di kapal. Mereka bersikeras hal ini dapat dilihat banyak orang dan (perusahaan) akan mendapatkan publikasi lebih, jadi saya menyetujuinya," imbuh Schettino.

Dirinya pun membela diri saat diketahui meninggalkan kapal di saat para penumpang tengah berjuang menyelamatkan diri. Sebelumnya Schettino mengaku dirinya terjatuh ke dalam kapal sekoci dan saat bersamaan, ia dikabarkan berusaha menyombongkan diri di depan seorang penari perempuan yang tengah bersamanya saat kecelakaan terjadi.

Seluruh klaim Schettino ini dimentahkan oleh Direktur Costa Crociere Pieluigi Foschi, yang menilai ulah kapten merubah arah kapal telah melanggar aturan perusahaan.

Tetapi keterangan Foschi juga mengundang pertanyaan, karena manuver untuk menyapa rekan mereka di pulau sudah diberikan otorisasi pada 2010. Hal ini pun menimbulkan kecurigaan bahwa pihak Costa Crociere memang mengenai manuver Schettino.

Hal ini kemungkinan menjelaskan mengapa Schettino memutuskan untuk melakukan evakuasi satu jam setelah  kapal menabrak karang dan kemudian karam. Diyakini Schettino dan pihak perusahaan terlibat beberapa percakapan melalui telepon.

Kini Schettino tengah menjalani hukuman tahanan rumah dan dihadapkan pada ancaman dakwaan pembunuhan ganda dan meninggalkan kapal dengan sengaja.
(faj)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit