Foto : Senator John McCain (straitstime)
WASHINGTON - Senator Amerika Serikat (AS) John McCain menyarankan agar Pemerintah AS tidak buru-buru untuk mencabut sanksi Myanmar. McCain menilai, AS harus melihat proses pemilihan umum di Myanmar terlebih dahulu, sebelum mencabut sanksinya.
"Menurut saya, jangan mencabut sanksi itu sebelum April. Belum tentu ada perkembangan yang cukup di Myanmar. Kita semua memang patut menghargai apa yang saat ini terjadi di Myanmar, namun kita juga harus belajar dari sejarah," ujar McCain, seperti dikutip Wall Street Journal, Selasa (24/1/2012).
Pada April mendatang, Myanmar dikabarkan akan menggelar proses pemilihan umum. Tokoh oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi juga akan berpartisipasi dalam pemilihan umum tersebut.
McCain menyadari, dirinya cukup terkesan dengan adanya pemberian amnesti terhadap ratusan tahanan politik Myanmar dan segenap perubahan yang dilakukan oleh negara yang sempat dipimpin oleh junta militer itu. Myanmar juga mulai memberikan kebebasan terhadap media dan melakukan gencatan senjata dengan para pemberontak etnis.
Namun McCain mengatakan, dirinya tampak "bingung" dengan sikap Pemerintah Myanmar yang berupaya untuk melakukan perubahan di negaranya dengan sangat cepat. Bagi McCain, Pemerintah Myanmar melakukan hal itu karena mereka sudah bosan akan isolasi dan sanksi Barat.
McCain juga menilai, Myanmar sudah ditekan oleh negara-negara tetangganya di kawasan Asia Tenggara, dan pada saat yang sama, Arab Spring muncul dan menginspirasi gerakan-gerakan pro-demokrasi di Myanmar.(AUL)