Getting Time...

RI Tegas Inginkan Sanksi Myanmar Dicabut

Khairisa Ferida
Selasa, 24 Januari 2012 15:18 wib
Jubir Menlu Michael Tene. (Foto : Dok Kemenlu)
Jubir Menlu Michael Tene. (Foto : Dok Kemenlu)
JAKARTA - Negara-negara anggota Association of South East Asian Nations (Asean) menginginkan sanksi yang diterapkan kepada Myanmar dicabut. Ini terkait dengan kemajuan Myanmar dalam mengadaptasi demokrasi.

Namun, meski Myanmar telah mengalami berbagai kemajuan dalam proses transisi politik dan demokrasi, Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa tak kunjung melakukan pencabutan sanksi terhadap Myanmar.

Indonesia yang dianggap sukses dalam keketuaan di ASEAN 2011 menegaskan, sanksi yang dijatuhkan Barat terhadap Myanmar tidak tepat. 

"Sikap Indonesia jelas sanksi terhadap Myanmar harus segera dicabut. Indonesia menganggap pendekatan sanksi tidak tepat karena menimbulkan kerugian pada rakyat Myanmar," ujar jubir kemenlu Michael Tene ditemui di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa, (24/1/2012).

Lebih lanjut Tene menjelaskan, sejak dulu Indonesia tidak pernah mendukung sanksi Barat terhadap Myanmar. Tene, juga menegaskan Pemerintah Indonesia tidak akan terpengaruh oleh sikap AS dan Uni Eropa terkait sanksi Myanmar.

Sebelumnya negara-negara Asean menilai sudah waktunya agar sanksi Myanmar dicabut. Ini terkait keberhasilan Myanmar yang mulai melakukan reformasi pemerintahan dari pihak junta militer kepada pemerintahan sipil.
(faj)
TWITTER »
twit