Getting Time...

PM Turki Berikan Peringatan Tegas kepada Irak

Khairisa Ferida
Rabu, 25 Januari 2012 17:11 wib
Foto Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan (AlArabiya)
Foto Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan (AlArabiya)
ANKARA - Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan memperingatkan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki bahwa Turki tidak akan diam jika konflik Sunni-Syiah di Irak meningkat dan meluas ke wilayah lain.

Akibat pernyataan PM Turki ini, perang kata-kata antar dua pemimpin negara ini tidak terelakkan lagi. Turki khawatir meningkatnya konflik Sunni-Syiah dapat berdampak pada umat Muslim di seluruh dunia.

"Jika anda memulai perang Sunni-Syiah di Irak, mustahil bagi kami untuk berdiam diri," ujar Erdogan di depan anggota parlemen seperti dikutip AlArabiya, Rabu, (25/1/2012).

Sementara itu kantor PM Maliki mengkritik pernyataan PM Erdogan dan menganggap itu adalah bentuk intervensi Turki terkait urusan dalam negeri Irak.

"Pernyataan itu tidak bisa diterima. PM Erdogan harus lebih hati-hati dalam menjalankan protokol di lingkup hubungan internasional," demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor PM Maliki.

Irak yang tidak terima dengan pernyataan PM Turki telah memanggil Duta Besar Turki di Baghdad. Dalam pemanggilan itu, Irak menyampaikan keluhannya terkait pernyataan PM Erdogan dan mengatakan itu merupakan bentuk intervensi.

Dalam sebuah wawancara PM Maliki mengatakan, pernyataan Erdogan itu tidak penting dan dapat memicu bencana serta perang sipil di kawasan.

Namun Erdogan berdalih, sikap Turki itu merupakan kepedulian terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan.

Kekhawatiran terkait konflik penganut Sunni-Syiah di Irak meningkat sejak AS menarik seluruh pasukannya dari negara itu pada Desember lalu.

Konflik penganut Sunni-Syiah di Irak pun semakin memanas setelah PM Maliki memerintahkan agar Wakil Presiden Irak Tariq al-Hashimi yang berasal dari kelompok minoritas Sunni ditahan atas tuduhan terlibat dalam kegiatan teroris. Namun belum sempat ditahan, Hashimi sempat melarikan diri ke wilayah otonom Kurdi.

Selama beberapa tahun terakhir Turki telah meningkatkan peran diplomatik yang lebih besar di Timur Tengah menyusul semakin kuatnya pengaruh Turki yang tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar ke 16 di dunia.(rhs)
TWITTER »
twit