Foto : Helikopter tak berawak milik China (Asahi Shimbun)
BEIJING - China mengadakan kompetisi pembuatan pesawat tak berawak untuk melindungi kemananannya di wilayah perairan. Pemenang dari kompetisi itu bahkan diberikan hadiah senilai ratusan ribu dolar.
Pejabat tinggi Angkatan Udara China menjadi juri dari kompetisi pembuatan pesawat tak berawak di Negeri Panda itu. Kompetisi itu diselenggarakan oleh Chinese Society of Aeronautics and Astronautics dan sejumlah organisasi lainnya.
"Pesawat tak berawak adalah salah satu persenjataan yang sangat penting. Saat ini, teknologi pesawat tak berawak milik kami masih belum dapat menyaingi pesawat milik Amerika Serikat (AS). Oleh karena itu, kami pun terus meningkatkan kemampuan kami dalam membangun pesawat itu," ujar Direktur Perencanaan dari Militer China Wang Qingzong, seperti dikutip Asahi Shimbun, Rabu (25/1/2012).
China juga mengklaim, pesawat tak berawak akan menjadi kekuatan utama, sama seperti pesawat jet tempur yang ada di atas kapal induk. Pesawat tak berawak yang canggih umumnya memiliki radar dan dapat terbang di ketinggian 10 ribu meter. Pesawat itu juga tentunya dilengkapi dengan misil dan dapat bergerak cepat.
Sejak 2010 lalu, militer China juga tampak mengerahkan armada lautnya ke perairan yang terletak di bagian utara dan timur China untuk berlatih. Hingga saat ini, Jepang juga kerap memonitor gerak-gerik dari armada tempur China yang berada di dekatnya, karena wilayah itu juga sempat dijadikan tempat berlatih bagi oleh Pasukan Bela Diri Jepang.
Kementerian Pertahanan Jepang juga mengatakan, Amerika Serikat (AS) sempat memotret keberadaan kapal tempur China dengan menggunakan satelitnya pada 20 November 2011. Namun, China selalu mengecam adanya pengawasan terhadap gerak-gerik Angkatan Laut China, terutama kapal selamnya, yang dilakukan oleh Jepang.
Hingga saat ini, China dilaporkan memiliki 70 kapal selam yang memiliki teknologi yang cukup canggih yang membuatnya sulit terdeteksi oleh Jepang.(AUL)