Getting Time...

AS Desak China Lakukan Dialog dengan Dalai Lama

Khairisa Ferida
Rabu, 25 Januari 2012 12:17 wib
Foto Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Victoria Nuland (RIAN)
Foto Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Victoria Nuland (RIAN)
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinan mendalam terkait bentrokan yang terjadi antara pasukan keamanan China dan warga Tibet di Provinsi Sichuan.

"Pemerintah AS akan melakukan pembahasan serius terkait masalah ini dengan Wakil Presiden China Xi Jinping dalam kunjungannya ke Washington bulan depan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Victoria Nuland seperti dikutip BBC, Rabu, (25/1/2012).

Pemerintah AS sebelumnya mendesak agar China mengadakan dialog yang konstruktif dengan Dalai Lama atau perwakilannya untuk menyelesaikan masalah Tibet.

Sementara itu juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei mengatakan, kelompok separatis yang berada di luar negeri mencoba untuk menyudutkan Pemerintah China terkait insiden Senin lalu.

Menurut sebuah kelompok aktivis, setidaknya dua pengunjuk rasa tewas dalam bentrokan yang terjadi Senin lalu di wilayah Luhuo, Provinsi Sichuan. Warga Tibet diketahui memang mendominasi wilayah ini.

Laporan lain menyebutkan, dua warga kembali tewas dalam sebuah bentrokan yang terjadi pada Selasa kemarin.

Semenjak aksi protes yang menyebabkan 19 warga tewas empat tahun lalu, Pemerintah China telah meningkatkan tekanan terhadap para aktivis yang kerap melancarkan unjuk rasa.

Sejak Maret 2011, sekira 16 warga Tibet terlibat dalam aksi bakar diri sebagai wujud protes mereka terhadap Pemerintah China yang dianggap menekan kebebasan budaya dan beragama warga Tibet. Beberapa orang yang melakukan aksi bakar diri itu diketahui tewas.

Pemerintah China sebelumnya juga telah membakar amarah warga Tibet dengan mengatakan, pemimpin spiritual tertinggi Tibet Dalai lama sebagai seorang teroris.
(rhs)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit