Getting Time...

Medvedev Berharap Revolusi Terjadi di Rusia

Khairisa Ferida
Kamis, 26 Januari 2012 12:06 wib
Foto Presiden Rusia Dmitry Medvedev (The Guardian)
Foto Presiden Rusia Dmitry Medvedev (The Guardian)
MOSKOW - Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan, dirinya tidak siap untuk meninggalkan dunia politik dan berharap dapat kembali lagi mencalonkan diri sebagai Presiden Rusia di masa mendatang.

"Saya akan sangat senang melihat Rusia berkembang sesuai dengan skenario revolusi ekstrim. Namun saya tidak melihat Rusia memiliki prasyarat untuk memungkinkan hal itu terjadi," ujar Presiden Medvedev ketika berbicara di hadapan mahasiswa di Moscow State University seperti dikutip rt.com, Kamis, (26/1/2012).

Ketika seorang mahasiswa bertanya tentang apakah dirinya siap tampil di pengadilan rakyat untuk mempertanggung jawabkan kebijakannya selama memimpin Rusia, Medvedev dengan lantang mengatakan dia bersedia melakukannya.

"Jika anda ingin jawaban yang jelas, maka saya akan menjawab ya. Saya siap mati untuk cita-cita saya," imbuhnya.

Menanggapi aksi protes yang beberapa bulan ini marak terjadi di Rusia menyusul pemilu parlemen 4 Desember lalu, Medvedev tidak menampik kemungkinan pendukungnya turut terlibat dalam aksi demonstrasi itu.

Medvedev menduga para pendukungnya yang terlibat dalam aksi unjuk rasa menentang kepemimpinan Putin itu menginginkan agar dirinya maju menjadi Presiden Rusia dalam pemilu mendatang.

"Kali ini saya putuskan untuk tidak mencalonkan diri sebagai Presiden Rusia, karena alasan politis. Saya pikir dua orang dari kubu politik yang sama tidak boleh saling sikut satu sama lain. Kandidat yang memiliki peluang lebih besar harus maju mencalonkan diri," ujar Medvedev.

Dalam kesempatan yang sama, Medvedev juga menolak anggapan pemilu parlemen penuh dengan kecurangan. Presiden berusia 46 tahun itu mengatakan, pemilu kali ini adalah pemilu paling bersih dalam sejarah Rusia.

Sebelumnya ribuan orang dilaporkan turun ke jalan untuk melancarkan aksi protes terhadap hasil pemilu parlemen Rusia yang dimenangkan oleh Partai Persatuan Rusia pimpinan Putin. Para aktivis mengklaim aksi demonstrasi itu merupakan yang terbesar yang pernah terjadi di Rusia.(rhs)
TWITTER »
twit