Foto Perdana Menteri Australia Julia Gillard (The Guardian)
CANBERRA - Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengalami kejadian kurang menyenangkan dalam perayaan Australian's Day. Ia kehilangan sepatu dalam perayaan itu.
Dalam perayaan yang menandai kedatangan Inggris ke Australia untuk pertama kalinya pada tahun 1788 itu, PM Gillard tersandung sesuatu dan sepatu yang dipakainya pun terpental jauh.
Melihat hal itu puluhan pasukan keamanan langsung mengelilingi Gillard dan membentuk pagar betis. Dengan pengawalan ketat Gillard berhasil masuk ke mobilnya.
Kejadian kurang menyenangkan itu terjadi ketika PM Gillard terjebak di tengah ratusan demonstran pendukung hak masyarakat adat. Kelompok ini dikenal gigih memperjuangkan pengembalian hak-hak masyarakat adat di Australia.
Sekira 200 warga pendukung hak masyarakat adat berunjuk rasa di sebuah restoran di Canberra. Ditempat itu Gillard dan pemimpin oposisi Tony Abbott tengah melangsungkan perayaan Australian's Day. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Kamis, (26/1/2012).
Jika bagi Pemerintah Australia, Australian's Day merupakan sebuah perayaan maka tidak demikian bagi masyarakat Aborigin. Mereka mengenang Australian's Day sebagai hari invasi Inggris ke Australia.
Sejak kedatangan Inggris di Australia, masyarakat Aborigin yang merupakan penduduk asli di wilayah itu menjadi kian terpinggirkan dan hak-hak mereka kerap terabaikan.(rhs)