Getting Time...

Inggris Dukung Turki Gabung dengan Uni Eropa

Aulia Akbar
Kamis, 26 Januari 2012 15:29 wib
Foto : Perdana Menteri Inggris David Cameron (Reuters)
Foto : Perdana Menteri Inggris David Cameron (Reuters)
LONDON - Perdana Menteri Inggris David Cameron yakin, Turki harus bergabung dengan Uni Eropa demi mengatasi segenap masalah keamanan yang melanda Timur Tengah.

"Kita semua harus bekerja sama demi membina hubungan yang baik dengan Turki serta negara anggota Uni Eropa. Kita harus memikirkan ancaman teror dan nuklir di Timur Tengah. Saat ini, kita harus memikirkan bagaimana Turki yang merupakan negara Muslim itu bergabung dengan Uni Eropa," ujar Cameron, seperti dikutip Trend, Kamis (26/1/2012).

Cameron juga mengatakan, negaranya dan Turki memiliki hubungan yang sangat erat sejak dahulu. Inggris juga akan selalu memperkuat hubungannya dengan Turki.

Perdana Menteri Inggris itu juga menyinggung masalah pengesahan undang-undang pembantaian Armenia dilakukan oleh Parlemen Prancis dari kubu partai Presiden Nicolas Sarkozy. Cameron mengakui peristiwa bersejarah itu.

Hingga saat ini, undang-undang tersebut menjadi sumber ketegangan antara Turki dan Prancis yang merupakan negara anggota Uni Eropa. Turki juga kurang menyukai usulan Prancis terkait keinginan Turki untuk bergabung di Uni Eropa.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan sempat mengatakan, pada saat Prancis dipimpin oleh Sarkozy dan Jerman dipimpin oleh Kanselir Angela Merkel, sikap kedua negara itu berubah. Dahulu, Turki terlihat aktif dalam menghadiri pertemuan-pertemuan di Uni Eropa, berbeda dengan saat ini.

Sarkozy juga menilai, Turki merupakan negara yang terletak di wilayah Asia dan tidak terletak di Eropa. Sementara itu Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle mengatakan, Turki masih jauh dari siap untuk bergabung dengan Uni Eropa meski memiliki keunggulan dalam perekonomian.(AUL)
TWITTER »
twit